Obligasi menopang bisnis wealth management bank



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lebih aman dan risiko yang moderat membuat instrumen obligasi kini jadi pilihan utama para investor. Sejumlah bank tak mau melepas kesempatan, di tengah pertumbuhan kredit yang seret pendapatan komisi dari bisnis wealth management bisa jadi penopang pertumbuhan.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang belum lama ini mulai mengembangkan lini bisnis wealth management telah merasakan hal tersebut. Dana kelolaan alias asset under management (AUM) misalnya tumbuh mumpuni hingga 27% (yoy) menjadi Rp 65,2 triliun. 

“Kontribusi terbesar berasal dari produk obligasi yang tumbuh sampai 45% (yoy),” kata EVP Secretariat and Corporate Communication BCA Hera Haryn kepada Kontan.co.id, Kamis (5/11).


Maklum obligasi memang jadi salah satu instrumen investasi yang cukup aman buat para investor dalam kondisri yang volatil akibat pandemi ini. 

Baca Juga: Bisnis Wealth Management Dongkrak Pendapatan Komisi Perbankan

Hera juga menambahkan, pertumbuhan dana kelolaan perseroan juga berhasil menopang pertumbuhan pendapatan komisi yang tumbuh sampai 63% (yoy).

“Melihat kondisi pasar seperti ini, kontribusi pendapatan komisi dari produk-produk wealth management diharapkan memang akan terus meningkat,” lanjutnya. 

Hal senada juga disampaikan EVP Head of Wealth Management & Premiere Banking PT Bank Commonwealth Ivan Jaya. Ia mengaku portofolio obligasi dalam bisnis wealth management perseroan tumbuh signifikan. 

“Secara umum AUM kami memang tertekan menjadi Rp 28 triliun karena tertekan nilai aktiva bersih dari reksa dana saham akibat IHSG yang melorot sepanjang tahun. Namun kinerja obligasi tumbuh lebih dari 125% (yoy),” jelas Ivan.

Selanjutnya: Agar laba tak kian tergerus, bank makin rajin mengejar komisi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi