JAKARTA. Obligasi korporasi baru laris manis. Satu yang diserbu pemodal adalah obligasi terbitan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Selama masa penawaran awal (bookbuilding), 15-29 Maret, penawaran obligasi berkelanjutan (PUB) I SMF tahap II mencatat permintaan beli Rp 1,904 triliun, jauh di atas target awal, Rp 750 miliar. SMF memutuskan, nilai emisi sebesar Rp 1,25 triliun. Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto menuturkan, ada tiga seri dalam PUB I tahap kedua. Seri A tenor dua tahun, terjual Rp 255 miliar, dengan kupon 7,1%. Seri B berjangka 3 tahun, terjual Rp 157 miliar, dengan kupon 7,35%. Seri C tenor lima tahun nilainya Rp 838 miliar memberi kupon 7,55%. Komposisi pembeli obligasi SMF adalah perusahaan asuransi dengan porsi kepemilikan 52%, perbankan (23,2%), pengelola dana pensiun (14,08%) serta reksadana, yayasan dan ritel (10%).
Obligasi SMF dan Pertamina
JAKARTA. Obligasi korporasi baru laris manis. Satu yang diserbu pemodal adalah obligasi terbitan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Selama masa penawaran awal (bookbuilding), 15-29 Maret, penawaran obligasi berkelanjutan (PUB) I SMF tahap II mencatat permintaan beli Rp 1,904 triliun, jauh di atas target awal, Rp 750 miliar. SMF memutuskan, nilai emisi sebesar Rp 1,25 triliun. Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto menuturkan, ada tiga seri dalam PUB I tahap kedua. Seri A tenor dua tahun, terjual Rp 255 miliar, dengan kupon 7,1%. Seri B berjangka 3 tahun, terjual Rp 157 miliar, dengan kupon 7,35%. Seri C tenor lima tahun nilainya Rp 838 miliar memberi kupon 7,55%. Komposisi pembeli obligasi SMF adalah perusahaan asuransi dengan porsi kepemilikan 52%, perbankan (23,2%), pengelola dana pensiun (14,08%) serta reksadana, yayasan dan ritel (10%).