Obligasi Toyota Astra Financial menarik



JAKARTA. Pasokan surat utang korporasi terus mengalir. Salah satu yang menawarkan obligasi awal Februari ini adalah PT Toyota Astra Financial Services. Perusahaan ini bakal menerbitkan obligasi senilai Rp 1,55 triliun.

Menurut catatan Kustodian Sentral Efek (KSEI), Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Toyota Astra Financial Tahap II Tahun 2017 ini akan diterbitkan dalam dua seri. Seri A akan diterbitkan dengan jumlah Rp 800 miliar. Seri ini menawarkan bunga tetap sebesar 7,65% per tahun.

Seri obligasi ini akan jatuh tempo pada 24 Februari 2018. Sedangkan seri B diterbitkan dengan nilai Rp 755,3 miliar dan bunga sebesar 8,50% per tahun. Seri ini akan jatuh tempo pada 14 Februari 2020.Surat utang ini rencananya akan ditawarkan pada 8-9 Februari 2017.


Selanjutnya pencatatan di Bursa Efek Indonesia dilakukan pada 16 Februari 2017.

Senior Research & Analyst Pasar Dana Beben Feri Wibowo mengatakan, penerbitan obligasi ini akan disambut positif oleh investor. Alasannya, Toyota Astra Financial Service merupakan salah satu bagian dari Astra Group.

Dengan identitas ini, maka secara psikologis atau persepsi investor terhadap perusahaan ini akan positif. Selain itu, awal tahun biasanya menjadi momentum untuk menyusun strategi investasi sehingga permintaan obligasi cenderung tinggi.

Dari sisi rating, PEFINDO terakhir kali menyematkan rating idAA+ bagi obligasi perseroan ini. Peringkat ini di atas batas minimal investment grade BBB+. "Kupon yang ditawarkan juga menarik dengan jatuh tempo tidak begitu panjang," papar Beben.

Desmon Silitonga, Fund Manager Capital Asset Management, juga berpendapat, surat utang besutan Toyota Astra Financial ini akan laris dan menarik di mata investor. Emiten ini secara reguler mencari pendanaan di pasar obligasi dan tetap direspons positif oleh investor.

Menurutnya, prospek industri pembiayaan masih akan cukup positif tahun ini. Ini sudah mulai terlihat sejak tahun lalu. Pasalnya sektor otomotif mulai membaik, yang didukung oleh penjualan mobil dan sepeda motor yang kembali tumbuh di tahun ini

.Desmon menambahkan, korporasi menerbitkan obligasi karena beberapa pertimbangan. Pertama, kebutuhan pendanaan untuk ekspansi. Kedua, kebutuhan untuk refinancing. Ketiga, faktor pasar. Di awal tahun, biasanya permintaan obligasi cenderung tinggi.

Umi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie