OCBC Beli Saham NISP Lewat Pasar Sekunder



JAKARTA. Overseas Chinese Banking Corporation Limited (OCBC) menambah kepemilikan sahamnya di PT Bank NISP Tbk pada awal September lalu. Penambahan tersebut dilakukan dengan membeli saham yang diperjualbelikan di pasar sekunder.

Direktur Utama NISP Pramukti Surdjaudaja menjelaskan, transaksi yang terjadi di pasar sekunder tersebut tidak menambah  dana atau modal di bank NISP. “Uang pembayaran dari OCBC itu masuk ke pemilik saham yang menjual yaitu fund manager,” ungkapnya hari ini (15/9). Oleh karena itu, meskipun kepemilikan saham OCBC bertambah, tetapi modal bank NISP tidak ikut bertambah. Sehingga di neraca keuangan NISP tidak pun juga tidak ada perubahan apa pun. Perubahan hanya terjadi di pencatatan bursa saja.

Dalam pencatatan tersebut, semula OCBC menguasai 72,40% atau senilai dengan 4,210 miliar lembar saham NISP. Kemudian pada tanggal 2 September 2008 lalu, OCBC membeli lagi saham NISP di pasar sekunder. Dengan pembelian tersebut kepemilikan saham OCBC bertambah menjadi 74,73% atau senilai dengan 4,345 miliar lembar saham. Itu artinya OCBC berhasil pembelian saham NISP di pasar sekunder sebanyak 135,296 juta lembar saham.


Dalam transaksi tersebut, OCBC membeli saham dengan harga Rp 950 per lembarnya. Harga tersebut berada di atas harga pasar yang saat itu berkisar di angka Rp 800. Untuk transaksi tersebut, OCBC mengeluarkan dana sebesar Rp 128,53 miliar. Untuk diketahui, pada hari-hari sebelumnya saham NISP stabil di harga Rp 700.

Catatan saja, OCBC merupakan salah satu bank tertua di Singapura. Pendiriannya telah dirintis sejak tahun 1912 dan secara resmi dibentuk melalui penggabungan tiga bank pada tahun 1932. Di Indonesia, selain sebagai pemegang saham mayoritas di NISP, OCBC juga menjadi pemegang saham mayoritas di OCBC Indonesia. Kepemilikan sahamnya di OCBC Indonesia sebesar 99%. Sedangkan 1% sisanya dimiliki oleh NISP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie