OCBC NISP Optimistis Bisa Masuk KBMI IV, Tapi Bukan Fokus Saat Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk belum lama ini resmi mengakuisisi bisnis HSBC di Indonesia. Dengan eskalasi bisnis ini, OCBC optimistis dapat memacu pertumbuhan kinerja.

OCBC melakukan akuisisi alias pembelian aset dan liabilitas dari bisnis International Wealth and Premier Banking (IWPB) milik HSBC di Indonesia. Akuisisi ini diproyeksi akan rampung pada kuartal II-2027.

Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja mengatakan, aksi perusahaan ini diharapkan dapat meningkatkan basis nasabah serta mendukung pengembangan bisnis ke depannya.


"Dengan strategi pertumbuhan yang kami jalankan saat ini, kami optimistis skala bisnis OCBC akan terus berkembang ke depannya," kata Parwati kepada Kontan akhir pekan lalu.

Baca Juga: Askrindo Semarang Catat Penjaminan KUR Rp 1,3 Triliun hingga April 2026

Adapun akuisisi ini mencakup portofolio nasabah ritel dan wealth dengan layanan keuangan premium, termasuk simpanan, produk investasi seperti obligasi, reksadana, dan asuransi, kartu kredit, hingga kredit ritel.

Dalam transaksi ini, OCBC akan mengambil alih dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp 89,8 triliun. Total AUM tersebut terdiri dari investasi nasabah sebesar Rp 58,2 triliun dan simpanan nasabah sebesar Rp 31,6 triliun.

Dengan resminya akuisisi bisnis ini, OCBC menjadi kandidat kuat untuk masuk dalam Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) IV. Bank yang dikategorikan sebagai KBMI IV adalah bank yang memiliki modal inti di atas Rp 70 triliun.

Parwati optimistis, OCBC dapat masuk ke KBMI IV. Akan tetapi, ia bilang fokus banknya saat ini lebih pada membangun fondasi bisnis serta memperluas kapabilitas bank.

"Terkait KBMI IV, kami melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang mungkin dicapai seiring waktu melalui pertumbuhan organik dan inorganik. Jadi bukan target jangka pendek ataupun fokus utama di tahun 2026," kata Parwati.

Dengan strategi yang sudah dirancang, Parwati memastikan, kinerja OCBC akan terus bertumbuh seiring dengan skala bisnis yang terus berkembang.

 
NISP Chart by TradingView

Untuk diketahui, dari laporan keuangannya hingga Maret 2026, modal inti OCBC tercatat sebesar Rp 43,75 triliun. Sedangkan total asetnya mencapai Rp 312,88 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News