OCBC Proyeksikan Pendapatan 2026 Stabil, Laba Kuartal IV 2025 Naik 3%



KONTAN.CO.ID - Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC) memperkirakan total pendapatan pada 2026 akan stabil hingga meningkat, meskipun pendapatan bunga diprediksi menurun di tengah ketidakpastian global dan tren penurunan suku bunga.

Bank terbesar kedua di Singapura itu menyampaikan bahwa net interest income (NII) kemungkinan turun tipis hingga moderat akibat pemangkasan suku bunga yang menekan margin.

Baca Juga: Inflasi Australia Lampaui Perkiraan, Tekanan Kenaikan Suku Bunga Menguat


Namun, imbal hasil atas ekuitas (return on equity/ROE) diperkirakan tetap stabil atau membaik berkat fokus pada bisnis dengan imbal hasil lebih tinggi.

“Ke depan, kami tetap berhati-hati namun positif. Kondisi global kemungkinan masih tidak pasti, dipengaruhi ketegangan geopolitik, dinamika perdagangan, dan ketidakpastian suku bunga,” ujar CEO Grup OCBC Tan Teck Long dalam pernyataan resmi Rabu (25/2/2026).

Laba Kuartal IV Naik 3%

OCBC melaporkan laba bersih kuartal keempat naik 3% menjadi 1,74 miliar dolar Singapura, melampaui estimasi rata-rata analis sebesar 1,69 miliar dolar Singapura.

Baca Juga: Warner Bros Buka Kembali Negosiasi dengan Paramount, Kesepakatan Netflix Terancam

Kenaikan ini didorong lonjakan 37% pendapatan non-bunga menjadi 1,32 miliar dolar Singapura, berkat pertumbuhan fee wealth management, perdagangan (trading), dan asuransi.

  • Fee wealth management naik 26% secara tahunan
  • Pendapatan trading melonjak 30%
  • Pendapatan asuransi meningkat lebih dari dua kali lipat
Namun, net interest margin (NIM) indikator utama profitabilitas bank turun menjadi 1,86% pada kuartal tersebut dari 2,15% setahun sebelumnya. ROE setahun penuh 2025 juga turun menjadi 12,6% dari 13,7%.

OCBC sebelumnya memandu NIM sekitar 1,90% untuk 2025, tetapi tidak memberikan target spesifik untuk 2026.

Baca Juga: AS: Belum Ada Chip Nvidia H200 yang Dikirim ke China

Dividen dan Pengembalian Modal

Bank menegaskan rasio pembayaran dividen biasa sebesar 50% dan menargetkan penyelesaian rencana pengembalian modal senilai 2,5 miliar dolar Singapura tahun ini.

OCBC mengusulkan dividen final 42 sen Singapura per saham untuk 2025, sehingga total dividen biasa tahun lalu menjadi 83 sen.

Selain itu, diumumkan dividen khusus 16 sen sebagai bagian dari rencana pengembalian modal, sehingga total dividen mencapai 99 sen sedikit lebih rendah dibandingkan 101 sen tahun sebelumnya.

Musim Laba Bank Singapura Campuran

Kinerja OCBC melengkapi musim laporan keuangan kuartal keempat yang beragam di sektor perbankan Singapura.

Baca Juga: Sedikitnya 30 Tewas Akibat Hujan Lebat di Brasil Tenggara, 39 Orang Hilang

Bank terbesar, DBS Group, sebelumnya melaporkan laba yang meleset dari ekspektasi analis. Sementara United Overseas Bank (UOB) mencatat kinerja yang lebih lemah meski masih di atas perkiraan pasar.

Di tingkat global, Standard Chartered melaporkan kenaikan 16% laba sebelum pajak tahunan berkat kinerja kuat di bisnis perbankan dan wealth management, sementara HSBC dijadwalkan merilis laporan keuangannya kemudian pada hari yang sama.

OCBC memiliki pasar utama di Singapura, China Raya, Indonesia, dan Malaysia, sehingga prospeknya turut dipengaruhi dinamika ekonomi kawasan Asia dan global.

Selanjutnya: Kode Redeem FF Hari Ini (25/2), Muncul yang Baru? Cek Daftar Terkin dan Cara Klaim

Menarik Dibaca: IHSG Masih Berpotensi Menguat, Berikut Saham Pilihan MNC Sekuritas Rabu (25/2)