KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia berpotensi melebar pada 2026 seiring meningkatnya beban subsidi energi akibat tingginya harga minyak dunia. Dalam laporan OECD Economic Outlook terbaru, lembaga tersebut memproyeksikan defisit fiskal Indonesia meningkat dari 2,9% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2025 menjadi 3,0% PDB pada 2026. Pelebaran defisit terutama dipicu oleh kenaikan belanja subsidi energi jika pemerintah tetap mempertahankan kebijakan pembekuan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
OECD Ingatkan Risiko Defisit APBN 2026 Menembus Batas Aman
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia berpotensi melebar pada 2026 seiring meningkatnya beban subsidi energi akibat tingginya harga minyak dunia. Dalam laporan OECD Economic Outlook terbaru, lembaga tersebut memproyeksikan defisit fiskal Indonesia meningkat dari 2,9% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2025 menjadi 3,0% PDB pada 2026. Pelebaran defisit terutama dipicu oleh kenaikan belanja subsidi energi jika pemerintah tetap mempertahankan kebijakan pembekuan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
TAG: