KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan risiko inflasi kembali meningkat akibat cuaca ekstrem berupa potensi El Nino yang sangat kuat pada akhir 2026 dapat menekan produksi pertanian di sejumlah negara, termasuk Indonesia, sehingga berisiko mendorong kenaikan harga pangan. Dalam laporan terbarunya bertajuk OECD Economic Outlook Interim Report September 2026, OECD mencatat Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) memperkirakan probabilitas terjadinya El Nino yang sangat kuat mencapai 95% pada periode Oktober-Desember 2026. OECD menyebut fenomena tersebut biasanya mengganggu pola curah hujan. Untuk Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara, El Nino yang sangat kuat berkaitan dengan kondisi kekeringan yang dapat menekan produksi pertanian.
OECD Ingatkan Risiko El Nino Ekstrem di Akhir Tahun Ancam Produksi Pangan & Inflasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan risiko inflasi kembali meningkat akibat cuaca ekstrem berupa potensi El Nino yang sangat kuat pada akhir 2026 dapat menekan produksi pertanian di sejumlah negara, termasuk Indonesia, sehingga berisiko mendorong kenaikan harga pangan. Dalam laporan terbarunya bertajuk OECD Economic Outlook Interim Report September 2026, OECD mencatat Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) memperkirakan probabilitas terjadinya El Nino yang sangat kuat mencapai 95% pada periode Oktober-Desember 2026. OECD menyebut fenomena tersebut biasanya mengganggu pola curah hujan. Untuk Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara, El Nino yang sangat kuat berkaitan dengan kondisi kekeringan yang dapat menekan produksi pertanian.
TAG: