JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang tetap prudent atau penuh dengan kehati-hatian adalah langkah kebijakan yang sudah benar. Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan (OECD) melihat, Indonesia rentan terhadap kenaikan suku bunga Amerika sehingga masih perlu berhati-hati dalam menentukan kebijakan di sektor keuangan. Lembaga yang berkantor pusat di Perancis ini mengakui, meskipun pasar keuangan sebagian besar telah memperhitungkan efek normalisasi kebijakan moneter Amerika, tidak begitu dengan Indonesia. Indonesia rentan terhadap kenaikan suku bunga internasional karena kebutuhan pendanaan eksternal yang masih signifikan baik untuk membiayai anggaran ataupun defisit transaksi berjalan. Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria mengatakan Indonesia perlu melakukan pendalaman pasar finansial terutama pasar domestik. Jangan memiliki ketergantungan yang tinggi pada asing.
OECD: Kebijakan Indonesia masih perlu hati-hati
JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang tetap prudent atau penuh dengan kehati-hatian adalah langkah kebijakan yang sudah benar. Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan (OECD) melihat, Indonesia rentan terhadap kenaikan suku bunga Amerika sehingga masih perlu berhati-hati dalam menentukan kebijakan di sektor keuangan. Lembaga yang berkantor pusat di Perancis ini mengakui, meskipun pasar keuangan sebagian besar telah memperhitungkan efek normalisasi kebijakan moneter Amerika, tidak begitu dengan Indonesia. Indonesia rentan terhadap kenaikan suku bunga internasional karena kebutuhan pendanaan eksternal yang masih signifikan baik untuk membiayai anggaran ataupun defisit transaksi berjalan. Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria mengatakan Indonesia perlu melakukan pendalaman pasar finansial terutama pasar domestik. Jangan memiliki ketergantungan yang tinggi pada asing.