OIKN Gelontorkan Rp 2 Miliar untuk HUT RI ke-81 di IKN, Ini Rinciannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengalokasikan sekitar Rp 2 miliar untuk rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Anggaran tersebut terutama digunakan untuk mendukung kebutuhan peserta upacara dan berbagai kegiatan pendukung selama rangkaian perayaan.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, biaya tersebut antara lain mencakup kebutuhan peserta yang menjalani persiapan dan menginap di IKN selama rangkaian kegiatan.

"Saya kira sekitar Rp2 miliaran. Karena untuk peserta upacara yang harus menginap di sini, training-nya dua minggu dari Paskibra, TNI, Brimob," kata Basuki seusai upacara HUT ke-81 RI di KIPP IKN, Senin (17/8/2026).


Baca Juga: Maksimalkan Bonus Demografi, Kemnaker Dorong Pekerjaan di Lima Sektor Ini

Namun, tidak seluruh kebutuhan kegiatan dibebankan kepada anggaran OIKN. Sejumlah kegiatan juga mendapatkan dukungan dari sponsor dan mitra, salah satunya Bank Mandiri.

"Beberapa sponsor seperti dari Bank Mandiri, kerja sama yang baik, terus ada doorprize, para mitra, saya kira kalau anggaran relatif ya," ujarnya.

Peringatan HUT RI tahun ini juga menjadi bagian dari upaya OIKN menjaga aktivitas kawasan IKN. Rangkaian kegiatan tidak hanya berisi agenda upacara, tetapi mencakup kegiatan olahraga, seni, kebudayaan hingga aktivitas yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha.

Salah satunya Pekan Olahraga dan Seni Nusantara (Porsentara) II yang berlangsung pada 27 Juli hingga 13 Agustus 2026. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan sejumlah agenda menjelang puncak peringatan kemerdekaan.

Pada 15 Agustus, OIKN menggelar kegiatan penanaman pohon bertajuk "Merdeka Bersama Alam" di kawasan DAS Sanggai, KIPP Nusantara. Pada hari yang sama juga digelar Karnaval Kebudayaan bertema "Merawat Keberagaman, Merajut Persatuan".

Selain itu, terdapat Merdeka Night Run 8.1K yang diikuti lebih dari 3.000 peserta dan dilanjutkan dengan acara hiburan Merdeka Vaganza di kawasan Istana Negara dan Amphitheater Sentra Massa.

Basuki mengatakan, sejumlah kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari upaya menjaga aktivitas perkotaan di IKN.

"Kalau untuk Porsentara kami agak kecil, tapi yang untuk upacara yang tari kolosal kan pasti kita harus menyiapkan sarana dan prasarananya," jelasnya.

Baca Juga: Bank Indonesia Diprediksi Masih Tahan BI Rate di Level 5,75% pada RDG Pekan Ini

Aktivitas peringatan HUT RI di IKN juga melibatkan pelaku usaha yang telah masuk ke kawasan tersebut. OIKN sebelumnya mengundang sekitar 40 investor pelopor yang telah melakukan groundbreaking untuk mengikuti upacara.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan OIKN Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi mengatakan, investor yang telah melakukan groundbreaking dan telah beraktivitas di IKN mendapat undangan untuk mengikuti peringatan kemerdekaan.

"Investor berdasarkan informasi ada kurang lebih 40-an yang merupakan investor pelopor itu akan hadir. Sudah konfirmasi akhir kepada kami," kata Thomas.

Selain investor, OIKN turut mengundang tenant yang telah beroperasi serta pihak yang selama ini terlibat dalam pembangunan IKN.

Sejumlah pelaku usaha yang telah hadir di IKN juga dipastikan mengikuti kegiatan tersebut, termasuk pengelola Swissôtel Nusantara dan sejumlah rumah sakit swasta.

"Juga tenant-tenant yang ada di IKN kita undang, dan mereka yang sudah terlibat dalam pembangunan IKN, semuanya kita libatkan," ujarnya.

Menurut Thomas, pelibatan investor, tenant dan mitra pembangunan dalam kegiatan nasional tersebut menjadi bagian dari upaya membangun aktivitas kawasan yang tidak hanya bergantung pada kegiatan pemerintahan.

Basuki mengatakan, penyelenggaraan HUT RI ke-81 di IKN juga membawa pesan mengenai persatuan dan inklusivitas. Ia menyebut seluruh kelompok masyarakat perlu mendapat ruang dalam perkembangan ibu kota baru.

Baca Juga: Gempa Flores M7,7 Picu 1.624 Gempa Susulan, BMKG Ungkap Perkembangan Terbaru

"Saya kira sesuai dengan temanya, kita ini bersatu kan, jadi inklusif semua masyarakatnya, baik masyarakat adat, disabilitas, perempuan, semuanya harus inklusif untuk meningkatkan kesetaraan," tuturnya.

Upacara pengibaran bendera digelar di Plaza Seremoni KIPP Nusantara pada pukul 07.30 WITA dan dipimpin langsung oleh Basuki sebagai inspektur upacara.

Masyarakat, jajaran OIKN, perwakilan kementerian dan lembaga, TNI-Polri, sekolah nasional terintegrasi serta mitra pembangunan IKN turut mengikuti upacara tersebut. Peserta juga mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.

Rangkaian HUT RI di IKN kemudian ditutup dengan upacara penurunan bendera pada sore hari. Selain itu, pada periode 15–17 Agustus 2026, masyarakat mendapat kesempatan mengunjungi Istana Wakil Presiden di IKN.

Basuki menilai rangkaian kegiatan tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas di IKN sekaligus membangun karakter kota baru yang tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga memiliki aktivitas ekonomi dan sosial yang terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News