KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan sejumlah ketentuan di bidang Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML). Salah satunya adalah ketentuan mengenai batas kepemilikan asing, yang mana perusahaan tetap wajib menyesuaikan kepemilikan asing sesuai ketentuan sebesar 85% paling lambat tiga tahun sejak tanggal pelaporan pelaksanaan perubahan kepemilikan kepada OJK. Ketentuan itu diterapkan dalam rangka penguatan permodalan, kemudahan berusaha, dan menjaga pertumbuhan industri. OJK menyebut kebijakan itu juga bertujuan memperkuat permodalan perusahaan yang belum dapat dipenuhi oleh pemegang saham lokal. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mendukung dan menilai kebijakan OJK itu sangat efektif agar permodalan industri fintech peer to peer (P2P) lending tetap terjaga. Ketua Umum AFPI Entjik Djafar menerangkan struktur modal menjadi hal sangat penting sebagai barometer masyarakat dalam melihat kredibilitas suatu perusahaan.
OJK Batasi Kepemilikan Asing Fintech Jadi 85%, AFPI Mengaku Kesulitan Gaet Asing
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan sejumlah ketentuan di bidang Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML). Salah satunya adalah ketentuan mengenai batas kepemilikan asing, yang mana perusahaan tetap wajib menyesuaikan kepemilikan asing sesuai ketentuan sebesar 85% paling lambat tiga tahun sejak tanggal pelaporan pelaksanaan perubahan kepemilikan kepada OJK. Ketentuan itu diterapkan dalam rangka penguatan permodalan, kemudahan berusaha, dan menjaga pertumbuhan industri. OJK menyebut kebijakan itu juga bertujuan memperkuat permodalan perusahaan yang belum dapat dipenuhi oleh pemegang saham lokal. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mendukung dan menilai kebijakan OJK itu sangat efektif agar permodalan industri fintech peer to peer (P2P) lending tetap terjaga. Ketua Umum AFPI Entjik Djafar menerangkan struktur modal menjadi hal sangat penting sebagai barometer masyarakat dalam melihat kredibilitas suatu perusahaan.
TAG: