OJK Catat 59,03 Juta Rekening Tabungan Pelajar pada Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan jumlah rekening tabungan pelajar tercatat mencapai 59,03 juta rekening, dengan nominal simpanan sebesar Rp 29,13 triliun pada kuartal I-2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menerangkan, secara tren jumlah rekening pelajar tumbuh sebesar 1,25% secara year on year (YoY).

"Pertumbuhan itu mengindikasikan makin luasnya akses dan partisipasi pelajar dalam sistem keuangan formal," ucapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Sabtu (23/5).


Dicky menyebut capaian itu menunjukkan perkembangan yang positif dalam mendorong inklusi keuangan di kalangan pelajar, sebagaimana tercermin dari capaian Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang telah mencapai 88,36%.

Baca Juga: Hasil Investasi Tertekan, OJK Minta Asuransi Syariah Perkuat Manajemen Risiko

Dari sisi nominal simpanan, Dicky menyebut memang terdapat fluktuasi dalam jangka pendek, tetapi secara umum masih menunjukkan tren yang positif dan sejalan dengan karakteristik tabungan pelajar yang cenderung dinamis.

Meski kontribusinya terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan masih relatif terbatas, dia bilang tabungan pelajar memiliki nilai strategis dalam memperluas basis nasabah perbankan di masa depan, sekaligus membangun budaya menabung sejak dini.

Dicky optimistis tren positif akan terus berlanjut hingga akhir 2026, didukung oleh penguatan Program KEJAR, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga: OJK: Lini Properti hingga Kredit Jadi Tulang Punggung Asuransi Umum

Melalui Program KEJAR, dia berharap kebiasaan menabung dapat makin tertanam di kalangan pelajar sejak usia dini. Ke depan, OJK menyampaikan fokus penguatan akan diarahkan pada perluasan akses, peningkatan pemanfaatan rekening yang lebih aktif, serta penguatan edukasi keuangan bagi pelajar.

"Dengan demikian, dapat mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, baik dari sisi jumlah rekening maupun nominal simpanan," kata Dicky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News