OJK Catat Aset Industri Asuransi Capai Rp 1.194,06 Triliun per November 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri perasuransian nasional hingga November 2025 tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Total aset industri asuransi tercatat mencapai Rp 1.194,06 triliun atau tumbuh 5,96% secara tahunan (year on year/YoY).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menyampaikan bahwa stabilitas kinerja industri perasuransian didukung oleh tingkat permodalan dan solvabilitas yang tetap kuat di atas ketentuan minimum.

Dari sisi asuransi komersial, total aset per November 2025 tercatat sebesar Rp 971,22 triliun atau tumbuh 7,49% YoY. Sementara itu, akumulasi pendapatan premi asuransi komersial pada periode Januari-November 2025 mencapai Rp 297,88 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 0,41% YoY.


Baca Juga: OJK Catat Pembiayaan Modal Ventura Capai Rp 16,29 Triliun per November 2025

Secara rinci, pendapatan premi asuransi jiwa masih mengalami kontraksi sebesar 0,75% YoY menjadi Rp 163,88 triliun. Di sisi lain, premi asuransi umum dan reasuransi masih mencatatkan pertumbuhan 1,88% YoY dengan nilai Rp 134 triliun.

Dari sisi permodalan, industri asuransi komersial tetap berada dalam kondisi solid. OJK mencatat risk-based capital (RBC) asuransi jiwa secara agregat mencapai 488,69%, sementara RBC asuransi umum dan reasuransi tercatat sebesar 342,88%. Keduanya jauh melampaui ambang batas minimum sebesar 120%.

Adapun asuransi non-komersial yang meliputi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program jaminan bagi ASN, TNI, dan Polri mencatat total aset sebesar Rp 222,84 triliun, meskipun masih terkontraksi 0,23% YoY.

Pada sektor dana pensiun, OJK mencatat total aset per November 2025 mencapai Rp 1.662,16 triliun atau tumbuh 10,72% YoY. Program pensiun sukarela membukukan total aset sebesar Rp 405,20 triliun, tumbuh 6,81% YoY. Sementara itu, aset program pensiun wajib tercatat sebesar Rp 1.256,95 triliun atau meningkat 12,04% YoY.

Sementara itu, industri penjaminan mencatatkan total aset sebesar Rp 47,63 triliun per November 2025 atau tumbuh 2,03% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: 9 Fintech Lending Belum Penuhi Ketentuan Ekuitas Rp 12,5 Miliar

Selanjutnya: Emiten Unggas Berpotensi Diuntungkan Program MBG Tahun 2026, Ini Analisanya

Menarik Dibaca: Viu Shorts Meluncur, Sajikan Micro-Drama dari China hingga Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News