OJK Catat Kredit Bank Tumbuh 11,51% yoy, NPL Terjaga di Posisi 2,17%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan kembali tumbuh positif jelang penghujung kuartal II-2026. Pun dari segi kualitasnya, kredit bermasalah terpantau masih dalam posisi yang terjaga dalam periode ini. 

Hingga Mei 2026, data OJK menunjukkan kredit industri perbankan tumbuh 11,51% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 8.918 triliun. Capaian ini menandakan kinerja yang melaju dari pertumbuhan 9,98% yoy pada April 2026.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi masih menunjukkan performa terbaik dengan pertumbuhan 21,95% yoy, melanjutkan pertumbuhan 19,48% yoy pada bulan sebelumnya.


Pun, kredit modal kerja tumbuh 8,09% yoy atau melaju dari pertumbuhan 6,04% yoy pada bulan sebelumnya. Tampil berbeda, kredit konsumsi tumbuh 5,89% yoy atau melambat dari pertumbuhan 6,13% yoy pada bulan sebelumnya. 

Baca Juga: NPL Kredit Konsumer Naik di Tengah Tekanan BBM dan Inflasi, Bank Perketat Penyaluran

Berdasarkan kategori debiturnya, kredit korporasi masih menopang kinerja dengan pertumbuhan 18,39% yoy. Namun, kredit di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga berhasil mencatatkan kinerja positif. Hingga Mei 2026, kredit UMKM berhasil tumbuh 0,6% yoy, melaju dari pertumbuhan 0,16% yoy pada bulan sebelumnya. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae bilang dari segi kepemilikannya, kredit bank BUMN masih mencatatkan kinerja paling apik. “Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 15,98% yoy,” katanya dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) bulanan, Selasa (7/7/2026).

Dari sisi profil risiko, tercatat rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) industri terpantau stabil di posisi 2,17%, sama seperti bulan sebelumnya, pun NPL net tetap di posisi 0,84%. 

Baca Juga: Kredit Perbankan Masih Ditopang Sektor Produktif hingga Akhir 2026

Dian memastikan likuiditas bank juga terjaga, yang mana rasio alat likuid AL/NCD turun menjadi 108,2% dari posisi 111,13% dan AL/DPK menjadi 24,74% dari 25,39% pada bulan sebelumnya. 

Dana pihak ketiga (DPK) perbankan hingga Mei 2026 tumbuh melaju 13,49% yoy dari pertumbuhan 11,4% yoy pada bulan sebelumnya. Sementara rasio kredit terhadap deposito (loan to deposit ratio/LDR) turun tipis menjadi 86,63% dari 86,88% pada bulan sebelumnya. 

Untuk diketahui, tahun ini OJK menargetkan pertumbuhan kredit dan DPK masing-masing di level 10%-12% dan 7%-9%.

Baca Juga: Kredit Produktif Jadi Andalan Bank di Tengah Lesunya Kredit Konsumsi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News