KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih mengalami perlambatan hingga akhir 2025. Bahkan, tren kontraksi kredit UMKM terlihat semakin dalam seiring tantangan perekonomian yang belum sepenuhnya pulih. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa per posisi November 2025, penyaluran kredit UMKM mencapai Rp1.494,07 triliun. Namun, dalam satu tahun terakhir, laju pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan kecenderungan melambat. Menurut Dian, perlambatan kredit UMKM dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik global maupun domestik. Dinamika perekonomian global dan nasional, perubahan pola konsumsi masyarakat akibat tekanan daya beli, khususnya di kalangan menengah ke bawah, menjadi salah satu pemicu utama.
OJK: Daya Beli Melemah, Kredit UMKM Masih Melambat hingga Akhir 2025
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih mengalami perlambatan hingga akhir 2025. Bahkan, tren kontraksi kredit UMKM terlihat semakin dalam seiring tantangan perekonomian yang belum sepenuhnya pulih. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa per posisi November 2025, penyaluran kredit UMKM mencapai Rp1.494,07 triliun. Namun, dalam satu tahun terakhir, laju pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan kecenderungan melambat. Menurut Dian, perlambatan kredit UMKM dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik global maupun domestik. Dinamika perekonomian global dan nasional, perubahan pola konsumsi masyarakat akibat tekanan daya beli, khususnya di kalangan menengah ke bawah, menjadi salah satu pemicu utama.