OJK: Digitalisasi dan Keamanan Jadi Kunci Pengembangan Bank Syariah



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Digitalisasi dan keamanan layanan menjadi faktor penting dalam mendorong perkembangan perbankan syariah di Indonesia.

Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah OJK Dian Masyita menilai inovasi digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan sistem keamanan untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Keamanan dari rekening, digitalisasi itu jadi plusnya juga. Dua-duanya itu tak terelakkan lagi membuat orang akan memilih,” kata Dian dalam rangkaian kickoff BCA Syariah Journalist Writing Competition 2026 di Jakarta, beberapa waktu lalu.


Baca Juga: Saham Big Banks Menghijau Senin (5/10), Simak Rekomendasinya

Menurut Dian, perkembangan teknologi memberikan peluang bagi industri perbankan syariah untuk memperluas akses layanan kepada masyarakat. Namun, kemudahan layanan digital perlu diimbangi dengan sistem keamanan yang andal agar kepercayaan nasabah tetap terjaga.

Ia juga melihat digitalisasi dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong perkembangan perbankan syariah secara lebih luas. Teknologi dapat memperluas aksesibilitas sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan syariah.

Peluang digitalisasi juga semakin relevan seiring dengan perubahan demografi nasabah perbankan syariah, khususnya dari kalangan Generasi Z.

Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah Bukit Mas Siahaan mengatakan, Generasi Z memiliki potensi pasar yang besar bagi bisnis konsumer syariah.

Baca Juga: NIM Perbankan Turun Jadi 4.31%, OJK Proyeksi Margin Bunga Perbankan Termoderasi

Saat ini, pembiayaan KPR BCA Syariah masih didominasi generasi milenial dengan porsi 71,2%. Sementara itu, porsi Generasi Z baru mencapai 7,4%.

Namun, tren berbeda terlihat pada produk pembiayaan emas. Partisipasi Generasi Z pada produk tersebut telah mencapai sekitar 19%.

“Gen Z mulai lebih banyak yang mengambil pembiayaan emas, angkanya sekitar 19%. Jadi di sini kami melihat peluang bahwa ke depannya ada potensi market yang berkembang di generasi Z,” ujar Bukit.

Menurut Bukit, kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang bagi perbankan syariah untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter nasabah muda.

BCA Syariah pun merespons perubahan tersebut melalui pengembangan aplikasi mobile banking BSya. Aplikasi ini menyediakan berbagai layanan, mulai dari pembukaan tabungan hingga investasi dan pembiayaan emas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News