JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri perbankan untuk menyalurkan pembiayaan kepada proyek-proyek yang ramah lingkungan. Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad mengungkapkan, penyaluran kredit kepada proyek yang ramah lingkungan ini nantinya akan sangat mempengaruhi tes kredit yang akan dilakukan oleh perbankan. Sebab, jika industri perbankan menyalurkan pembiayaan kredit kepada proyek-proyek yang merusak lingkungan, maka tak tertutup kemungkinan, akan terjadi kredit macet. Mata rantainya, perusahaan yang tidak ramah lingkungan meminta kredit dari bank. Jika perusahaan tersebut terkena sanksi lantaran melanggar aturan karena merusak lingkungan, pada akhirnya perusahaan tersebut tidak bisa membayar kredit kepada bank. "Perbankan harus hati-hati dalam menyalurkan kreditnya. Saya pikir, hal ini akan sangat mempengaruhi tes kredit dari bank. Oleh karena itu, bank wajib menganalisa amdal (analisis dampak lingkungan) dari suatu perusahaan," kata Muliaman di sela-sela seminar Greening Finance to Support Sustainable Development di Jakarta, Selasa (17/2).
OJK dorong bank biayai proyek ramah lingkungan
JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri perbankan untuk menyalurkan pembiayaan kepada proyek-proyek yang ramah lingkungan. Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad mengungkapkan, penyaluran kredit kepada proyek yang ramah lingkungan ini nantinya akan sangat mempengaruhi tes kredit yang akan dilakukan oleh perbankan. Sebab, jika industri perbankan menyalurkan pembiayaan kredit kepada proyek-proyek yang merusak lingkungan, maka tak tertutup kemungkinan, akan terjadi kredit macet. Mata rantainya, perusahaan yang tidak ramah lingkungan meminta kredit dari bank. Jika perusahaan tersebut terkena sanksi lantaran melanggar aturan karena merusak lingkungan, pada akhirnya perusahaan tersebut tidak bisa membayar kredit kepada bank. "Perbankan harus hati-hati dalam menyalurkan kreditnya. Saya pikir, hal ini akan sangat mempengaruhi tes kredit dari bank. Oleh karena itu, bank wajib menganalisa amdal (analisis dampak lingkungan) dari suatu perusahaan," kata Muliaman di sela-sela seminar Greening Finance to Support Sustainable Development di Jakarta, Selasa (17/2).