KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan aset industri asuransi bisa tumbuh 5%-7% secara tahunan alias
year on year (YoY) pada 2026. Untuk mencapai angka tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan industri asuransi didorong melakukan sejumlah upaya. Salah satunya adalah industri perlu terus memperkuat permodalan, tata kelola dan manajemen risiko, serta meningkatkan kualitas produk serta distribusi.
Baca Juga: Hasil Investasi Industri Asuransi Jiwa Naik 103,1% Menjadi Rp 47,32 Triliun pada 2025 "Ditambah, menjaga pengelolaan investasi yang
prudent," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (17/3/2026). Meski demikian, Ogi tak memungkiri perusahaan asuransi juga perlu mengantisipasi tantangan yang bisa mempengaruhi pertumbuhan aset tahun ini. Dia bilang tantangannya, seperti dinamika pasar keuangan, tingkat klaim pada beberapa lini usaha, dan kebutuhan peningkatan efisiensi industri. Dari sisi perusahaan asuransi, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menilai proyeksi OJK tersebut realistis untuk tercapai dan positif bagi penguatan industri. Chief Customer, Marketing, and Product Officer AXA Mandiri Theodores Tangke mengatakan pertumbuhan tersebut dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan terus menjaga momentum pemulihan ekonomi. "Ditambah, berupaya juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perlindungan asuransi," ucapnya kepada Kontan.
Baca Juga: OJK Mencatat Baru Ada 13 dari 18 Jamkrida yang Bertransformasi Menjadi Perseroda Theo melihat bahwa proyeksi tersebut selaras dengan meningkatnya tingkat literasi dan kebutuhan masyarakat terhadap produk proteksi, serta perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan kolaborasi yang baik antara regulator, pelaku industri, serta pemanfaatan teknologi, dia bilang proyeksi tersebut dapat menjadi dasar untuk mendorong pertumbuhan industri yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan publik.
Untuk mendorong pertumbuhan aset pada 2026, Theo mengatakan AXA Mandiri menerapkan sejumlah strategi. Dia menerangkan AXA Mandiri akan berfokus melakukan diversifikasi portofolio investasi. "Kami memperluas instrumen investasi dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian agar aset dapat tumbuh stabil, sekaligus memberikan imbal hasil optimal," ujarnya. Selain itu, Theo bilang pihaknya juga terus mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing segmen nasabah yang senantiasa berevolusi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News