OJK-KKP identifikasi objek pembiayaan kemaritiman



JAKARTA. Sejak mengenalkan potensi pembiayaan kemaritiman kepada pelaku usaha pada Januari 2015, Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan tiga kali survey dan sosialisasi.

Hingga saat ini, mereka telah mengunjungi tiga daerah yakni di Klungkung yang dipusatkan di wilayah pemindangan ikan di Kusumba dan wilayah galangan kapal Benoa pada tanggal 26 Februari 2015, di perkampungan nelayan Pantai Sadeng dan sentra kulakan ikan segar di Bantul, Yogyakarta pada tanggal 6-7 Maret 2015.

"Yang ketiga yaitu hari ini, tanggal 12 Maret dan 13 Maret 2015, tim pokja (kelompok kerja) maritim akan melakukan survey dan sosialisasi di Batam," ujar Dumoly F Pardede, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK, Kamis (12/3).


Tak berhenti di sana, tim pokja juga akan melanjutkan kegiatannya di Kendari, Makassar, dan Sibolga dalam kurun waktu yang akan datang.

Dumoly menuturkan, dari survey dan sosialisasi yang telah dilakukan selama kurang lebih dua bulan ini, mereka telah mengidentifikasi empat pilar industri kelautan dan perikanan yang dapat menjadi objek pembiayaan IKNB. Pertama, pilar pembiayaan hulu yang mencakup pembiayaan bagi keperluan pelabuhan seperti kapal, bahan bakar solar, alat tangkap, es balok, dan gudang.

Kedua, yaitu pilar pembiayaan hilir yang terdiri dari pembiayaan kegiatan masyarakat nelayan setelah penangkapan ikan seperti freezer, cool boz, wajan, kompor, dan sealer. Ketiga, pilar pembiayaan budidaya yang mencakup pembiayaan untuk keperluan selama dilakukannya pembudidayaan ikan seperti pembelian benih ikan, pembelian pelet ikan, hingga vaksin.

"Keempat yaitu pilar pembiayaan bahari pariwisata untuk membiayai keperluan para pengrajin handycraft, pengusaha kuliner serta pengusaha wisata," pungkasnya.

Pada Januari 2015, OJK beserta perwakilan anggota asosiasi-asosiasi IKNB membentuk kelompok kerja (pokja) sinergi IKNB pembiayaan kemaritiman dan kelautan guna meningkatkan peran mereka dalam mengembangkan sektor maritim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News