OJK Pangkas Target Piutang Pembiayaan Multifinance Jadi Tumbuh 2%-4% pada Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memangkas proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance menjadi 2%-4% pada 2026.

Target ini, mengalami penyesuaian dari proyeksi yang dibidik sebelumnya yakni sebesar 6%-8% untuk tahun 2026.

"Kinerja industri perusahaan pembiayaan hingga akhir 2026 diproyeksikan tetap tumbuh positif, yaitu berada pada kisaran 2% sampai 4%," ucap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman dalam konferensi pers RDK OJK, Senin (5/10/2026).


Penyesuaian target tersebut tidak lepas dari pengaruh kondisi perekonomian global yang turut memberi tekanan terhadap pada keuangan. 

Selain itu, dampaknya bagi industri pembiayaan juga makin terasa karena tekanan perekonomian berpotensi membuat pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor dan tren pembiayaan investasi melambat.

Baca Juga: OJK Proyeksikan Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh hingga 4% pada Akhir 2026

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah perusahaan pembiayaan menyesuaikan strategi bisnis untuk menjaga pertumbuhan sekaligus mempertahankan kualitas portofolio.

Salah satunya PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), yang telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 5,41 triliun hingga September 2026.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menilai penyesuaian proyeksi pertumbuhan industri mencerminkan dinamika kondisi ekonomi dan permintaan pembiayaan sepanjang tahun berjalan. Selain itu, ketidakpastian ekonomi global, tekanan daya beli masyarakat, serta konsumen yang semakin selektif dan berhati-hati dalam mengambil keputusan pembiayaan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi prospek industri.

Meski demikian, CNAF memandang proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 2%-4% masih mencerminkan ekspektasi yang mempertimbangkan tantangan industri saat ini.

"Penyesuaian proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan mencerminkan dinamika industri yang dipengaruhi oleh perkembangan kondisi ekonomi dan permintaan pembiayaan sepanjang tahun berjalan," ujarnya kepada Kontan, Senin (12/10/26).

Baca Juga: Piutang Pembiayaan Multifinance Tembus Rp 514,08 Triliun per Agustus 2026

Oleh karena itu, realisasinya akan bergantung pada perkembangan ekonomi, daya beli masyarakat, serta aktivitas pembiayaan di berbagai segmen.

Untuk mendorong pertumbuhan bisnis, CNAF terus berupaya mengoptimalkan penetrasi di berbagai segmen pembiayaan dan memperluas sinergi dengan mitra strategis. Perusahaan juga menyempurnakan proses layanan untuk meningkatkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi bagi nasabah.

Di sisi lain, CNAF tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui analisis risiko yang terukur dan pemantauan kualitas portofolio secara berkelanjutan. Strategi ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan volume pembiayaan dan kualitas aset.

Perusahaan juga akan tetap menyalurkan pembiayaan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, profil risiko nasabah, serta potensi pertumbuhan di setiap segmen bisnis.

"Melalui strategi tersebut, CNAF berupaya menjaga kualitas portofolio sekaligus mengoptimalkan peluang bisnis untuk tetap tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," katanya.

Baca Juga: Tumbuh 1,68%, Piutang Pembiayaan Multifinance Rp 514,08 Triliun per Agustus 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News