OJK: Pelemahan Rupiah Dapat Berdampak Terhadap Bisnis Modal Ventura



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pelemahan nilai tukar rupiah dapat memberikan dampak terhadap bisnis industri modal ventura.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah dapat meningkatkan risiko investasi, antara lain terkait eksposur terhadap pendanaan dalam valuta asing.

"Kondisi itu juga berpotensi memengaruhi kinerja laba industri," ucapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (7/5/2026).


Namun, Agusman meyakini industri modal ventura diharapkan tetap mampu menjaga kinerja secara berkelanjutan. Salah satunya melalui pengelolaan risiko yang baik, diversifikasi portofolio, serta penguatan tata kelola.

Baca Juga: Sejumlah Perbankan Tebar Dividen Jumbo, Mana yang Paling Menarik?

Per Maret 2026, OJK mencatat industri modal ventura membukukan laba sebesar Rp 59,31 miliar. Jika ditelaah, laba industri modal ventura per Maret 2026 meningkat 11,8%, dibandingkan posisi per Februari 2026 yang mencapai Rp 53,05 miliar.

Agusman sempat menerangkan ada sejumlah faktor yang membuat industri modal ventura mencatatkan laba. Dia bilang kinerja dipengaruhi dinamika perekonomian yang mendorong investor menjadi lebih selektif, serta menggeser fokus investasi menuju profitabilitas dan keberlanjutan.

Mengenai kinerja industri, OJK mencatat nilai pembiayaan modal ventura sebesar Rp 16,57 triliun per Maret 2026. Nilai pembiayaan per Maret 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,95% secara year on year (YoY).

Baca Juga: Bank OCBC NISP Resmi Akuisisi Bisnis HSBC, Cermati Rekomendasi Analis

Jika ditelaah berdasarkan data OJK, kondisi pembiayaan per Maret 2026 berbeda dibandingkan posisi per Februari 2026. Adapun pembiayaan modal ventura per Februari 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,73% YoY, dengan nilai mencapai Rp 16,46 triliun.

Sementara itu, OJK mencatat nilai aset industri modal ventura per Maret 2026 sebesar Rp 28,12 triliun. Nilai itu meningkat 3%, jika dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 27,3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News