JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 87,7 triliun hingga November 2016. Adapun pencapaian tersebut sudah 80,3% dari target Rp 109,21 triliun penyaluran KUR di tahun 2016. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menyebut, hingga bulan November 2016 masih tersisa sekitar Rp 22 triliun KUR yang harus disalurkan. Tidak hanya itu, Muliaman juga menyebut sampai saat ini penyaluran KUR masih cenderung didominasi sektor perdagangan. Padahal, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berkeinginan agar penyaluran KUR lebih banyak terserap ke sektor produktif. Kendati demikian, Muliaman tetap optimistis dengan pencapaian Industri Jasa Keuangan dalam penyaluran KUR dengan rasio kredit bermasalah (Non Performin Loan/NPL) yang terjaga di level 0,3%. "NPL KUR masih terjaga rendah di tingkat 0,3%," ujar Muliaman akhir pekan lalu.
OJK : Per November realisasi KUR 80,3%
JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 87,7 triliun hingga November 2016. Adapun pencapaian tersebut sudah 80,3% dari target Rp 109,21 triliun penyaluran KUR di tahun 2016. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menyebut, hingga bulan November 2016 masih tersisa sekitar Rp 22 triliun KUR yang harus disalurkan. Tidak hanya itu, Muliaman juga menyebut sampai saat ini penyaluran KUR masih cenderung didominasi sektor perdagangan. Padahal, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berkeinginan agar penyaluran KUR lebih banyak terserap ke sektor produktif. Kendati demikian, Muliaman tetap optimistis dengan pencapaian Industri Jasa Keuangan dalam penyaluran KUR dengan rasio kredit bermasalah (Non Performin Loan/NPL) yang terjaga di level 0,3%. "NPL KUR masih terjaga rendah di tingkat 0,3%," ujar Muliaman akhir pekan lalu.