KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut angkat bicara mengenai prediksi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang memperkirakan yield atau imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) akan turun pada 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan potensi penurunan imbal hasil SBN pada 2026 sebagai bagian dari dinamika pasar. Ogi menerangkan perubahan imbal hasil SBN tentu dapat mempengaruhi strategi pengelolaan investasi dana pensiun dan asuransi. "Mengingat SBN masih menjadi instrumen utama dalam portofolio investasi industri asuransi dan dana pensiun Perubahan yield dapat mempengaruhi strategi pengelolaan investasi," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (28/1/2026).
OJK: Perubahan Yield SBN Bisa Pengaruhi Strategi Investasi Dana Pensiun dan Asuransi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut angkat bicara mengenai prediksi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang memperkirakan yield atau imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) akan turun pada 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan potensi penurunan imbal hasil SBN pada 2026 sebagai bagian dari dinamika pasar. Ogi menerangkan perubahan imbal hasil SBN tentu dapat mempengaruhi strategi pengelolaan investasi dana pensiun dan asuransi. "Mengingat SBN masih menjadi instrumen utama dalam portofolio investasi industri asuransi dan dana pensiun Perubahan yield dapat mempengaruhi strategi pengelolaan investasi," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (28/1/2026).