OJK: Positifnya Pasar Otomotif Jadi Angin Segar bagi Asuransi Kendaraan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pasar otomotif yang terbilang positif pada awal tahun ini menjadi angin segar bagi industri asuransi.

Asal tahu saja, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan, penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler tumbuh 12,2% secara year on year (YoY), mencapai 81.159 unit pada Februari 2026.

Selain itu, penjualan mobil secara ritel atau dari diler ke konsumen juga menunjukkan pertumbuhan positif 11,9% YoY, menjadi 78.219 unit pada Februari 2026.


Sejalan dengan pertumbuhan penjualan otomotif, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan kondisi itu menjadi sentimen positif bagi asuransi kendaraan bermotor.

Baca Juga: Inflasi Medis Tekan Asuransi Kesehatan, AXA Mandiri Ambil Langkah Ini!

"Peningkatan penjualan kendaraan, khususnya melalui skema pembiayaan, umumnya akan diikuti dengan meningkatnya kebutuhan perlindungan asuransi," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (9/4/2026).

OJK memandang kinerja lini asuransi kendaraan masih memiliki ruang untuk tumbuh ke depannya. Meski demikian, Ogi menyebut industri asuransi tetap perlu memperhatikan daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi agar pertumbuhan yang terjadi tetap sehat dan berkelanjutan.

Berdasarkan data per Februari 2026, OJK mencatat, premi lini usaha asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 4,10 triliun, atau tumbuh 9,97% secara YoY. Adapun nilai klaim meningkat menjadi Rp 1,40 triliun atau naik 9,89% secara YoY. Klaim yang naik itu sejalan dengan meningkatnya aktivitas kendaraan dan eksposur risiko.

Baca Juga: Asei Beberkan Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Asuransi Perdagangan

Dari kinerja data terakhir, Ogi memandang lini usaha kendaraan bermotor masih memiliki potensi pertumbuhan yang baik, seiring perbaikan sektor otomotif. Dalam mendorong kinerja asuransi kendaraan, dia mengatakan perusahaan asuransi perlu memperkuat strategi distribusi, termasuk optimalisasi kanal digital dan kerja sama dengan lembaga pembiayaan.

"Ditambah, melakukan inovasi produk yang sesuai kebutuhan nasabah, diiringi penguatan underwriting dan pengelolaan klaim yang efisien," ujar Ogi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News