OJK Prediksi Ketidakpastian Ekonomi Berdampak ke NIM Bank



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi berbagai gejolak yang menciptakan ketidakpastian di global dan domestik bakal memengaruhi kondisi keuangan bank, termasuk rasio net interest margin (NIM). 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyebut, kondisi NIM perbankan tahun ini bakal bergantung pada situasi ekonomi ke depan yang bisa memengaruhi kinerja. 

“Karena banyak hal yang bisa berpengaruh, apakah nanti tingkat suku bunga, atau simpanan, atau penyaluran pembiayaan,” jelas Dian saat ditemui pasca Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (1/4/2026). 


Baca Juga: NIM Perbankan Tertekan, Program Pemerintah dan Persaingan Kredit Jadi Tantangan 2026

Di samping itu, pihaknya menilai risiko pasar lain, termasuk yield yang tiba-tiba meningkat, juga perlu menjadi perhatian. 

Yang pasti, menurutnya ketidakpastian saat ini pada gilirannya bakal berdampak pada NIM bank, meski ia sendiri belum bisa memastikan sebesar apa dampaknya. 

“Tentu saja berdampak, tapi kita lihat situasi sampai seperti apa nantinya. Belum bisa dipastikan sebelum dilakukan analisis yang dalam,” ujarnya. 

Selain situasi ekonomi, Dian bilang yang perlu menjadi perhatian juga soal bisnis bank. Tentunya, pada akhirnya OJK berharap NIM bakal tetap mengalami perbaikan di akhir tahun nanti. 

Baca Juga: Begini Dampak Penempatan Dana Pemerintah Rp 200 Triliun Terhadap NIM Perbankan

Pasalnya, OJK dan perbankan juga telah melakukan berbagai langkah antisipatif dalam menghadapi situasi saat ini. Salah satunya adalah melakukan stress test berkala untuk memetakan transmisi dampak tekanan global ke industri. 

“Kami analisis secara mendalam, apa implikasinya, risiko pasar apa yang dihadapi bank, dan lain sebagainya. Saat ini masih belum ada hasilnya karena masih volatil, belum dapat transmisinya ke dalam seperti apa,” ujar Dian. 

Baca Juga: NIM Allo Bank Alami Peningkatan Jadi 10,43% per Kuartal III 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: