KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2026 tumbuh di kisaran 7%–9% secara tahunan (year on year/yoy). Proyeksi tersebut ditopang oleh meningkatnya keyakinan konsumen, prospek pertumbuhan ekonomi nasional, serta penguatan kebijakan pembiayaan UMKM yang didorong pemerintah dan regulator. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, perluasan akses pembiayaan bagi UMKM menjadi salah satu fokus utama otoritas untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi. “Komitmen untuk mendorong akses pembiayaan yang lebih luas, mudah, dan inklusif bagi UMKM akan terus diperkuat,” ujar Dian dalam siaran pers, Selasa (10/3). Namun, kinerja kredit UMKM masih menunjukkan perlambatan. OJK mencatat penyaluran kredit UMKM pada Januari 2026 mencapai Rp 1.482,9 triliun atau setara 17,33% dari total kredit perbankan. Secara tahunan, kredit segmen ini justru mengalami kontraksi tipis 0,53%.
OJK Prediksi Kredit UMKM 2026 Tumbuh Melesat 9%, Ini Pemicunya!
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2026 tumbuh di kisaran 7%–9% secara tahunan (year on year/yoy). Proyeksi tersebut ditopang oleh meningkatnya keyakinan konsumen, prospek pertumbuhan ekonomi nasional, serta penguatan kebijakan pembiayaan UMKM yang didorong pemerintah dan regulator. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, perluasan akses pembiayaan bagi UMKM menjadi salah satu fokus utama otoritas untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi. “Komitmen untuk mendorong akses pembiayaan yang lebih luas, mudah, dan inklusif bagi UMKM akan terus diperkuat,” ujar Dian dalam siaran pers, Selasa (10/3). Namun, kinerja kredit UMKM masih menunjukkan perlambatan. OJK mencatat penyaluran kredit UMKM pada Januari 2026 mencapai Rp 1.482,9 triliun atau setara 17,33% dari total kredit perbankan. Secara tahunan, kredit segmen ini justru mengalami kontraksi tipis 0,53%.
TAG: