OJK Proyeksi Kinerja BNPL Perusahaan Pembiayaan Tetap Tumbuh Positif hingga Akhir2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kinerja pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater perusahaan pembiayaan masih menunjukkan pertumbuhan signifikan sejak awal tahun hingga Mei 2026. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman memproyeksikan pembiayaan BNPL diperkirakan tetap melanjutkan tren pertumbuhan positif hingga akhir 2026.

"Diperkirakan tetap tumbuh positif hingga akhir tahun, meskipun menghadapi tantangan, antara lain dinamika perekonomian," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (14/7/2026).


Agusman juga sempat menerangkan proyeksi itu tak terlepas dari perkembangan ekosistem digital. Selain itu, dipicu juga meningkatnya kebutuhan pembiayaan yang fleksibel, khususnya dari segmen usia produktif dan masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan keuangan formal.

Baca Juga: OJK Sebut Gelombang PHK Dapat Pengaruhi Pembiayaan Multifinance dan Fintech Lending

Mengenai kinerja terbaru, Agusman mengatakan penyaluran pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan sebesar Rp 13,18 triliun per Mei 2026. Nilainya tumbuh 53,78% secara Year on Year (YoY).

Jika ditelaah, pertumbuhan pembiayaan BNPL dalam beberapa bulan memang masih menunjukkan pertumbuhan signifikan atau dobel digit. Misalnya saja, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 56,92% YoY menjadi sebesar Rp 12,93 triliun per April 2026, sedangkan pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 55,85% YoY menjadi Rp 12,81 triliun per Maret 2026.

Baca Juga: Pertumbuhan BNPL Masih Tinggi, ICT Institute: Industri Perlu Jaga Kualitas Pembiayaan

Sementara itu, Agusman menilai layanan BNPL dan pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending bukan saling bersaing, melainkan saling melengkapi.

"Sebab, keduanya memiliki segmen dan karakteristik yang berbeda, sehingga lebih bersifat saling melengkapi dalam ekosistem usaha jasa pembiayaan," ungkapnya.

Saat ini, Agusman menyebut terdapat 8 perusahaan pembiayaan yang menyelenggarakan layanan BNPL. Asal tahu saja, angka Non Performing Financing (NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 3,44% per Mei 2026. Namun, angkanya tercatat memburuk dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar 2,99%. 

Baca Juga: NPF BNPL Perusahaan Pembiayaan Meningkat Jadi 3,44% per Mei 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News