KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan piutang pembiayaan industri multifinance bisa tumbuh sebesar 6%-8% secara
Year on Year (YoY) pada 2026. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) menilai proyeksi OJK mengenai pertumbuhan piutang multifinance bersifat optimistis dan masih mungkin tercapai. Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo menjelaskan secara historis, industri multifinance pernah mencatatkan pertumbuhan di kisaran 6%-10%, sebelum mengalami tekanan ekonomi pada 2023-2024.
"Dengan demikian, target tersebut bukan tanpa preseden. Gap antara pertumbuhan 2025 yang hanya 0,61% YoY dan target 2026 menunjukkan bahwa akselerasi yang signifikan dibutuhkan," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Akan Tambah Porsi Investasi di Saham Harjanto menyampaikan realisasinya sangat bergantung pada pemulihan daya beli masyarakat, kebijakan suku bunga yang kondusif, serta kemampuan perusahaan pembiayaan dalam memperluas penetrasi ke segmen-segmen produktif yang masih belum terlayani. Lebih lanjut, Harjanto mengatakan terdapat sejumlah peluang konkret yang dapat dimanfaatkan industri untuk meraih proyeksi pertumbuhan pada 2026. Dia bilang kebijakan pemerintah terkait program hilirisasi dan pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuka ruang pertumbuhan di segmen pembiayaan produktif. "Selain itu, tren elektrifikasi kendaraan dan penyebaran kendaraan roda dua di luar Pulau Jawa menciptakan permintaan baru," tuturnya. Peluang lain yang bisa dimanfaatkan adalah lewat digitalisasi proses kredit yang memungkinkan perluasan jangkauan debitur, sekaligus menekan biaya operasional. Di sisi lain, Harjanto menyebut ada juga tantangan yang perlu diantisipasi industri, antara lain tekanan daya beli kelas menengah akibat inflasi dan kenaikan biaya hidup, serta potensi peningkatan
Non Performing Financing (NPF) apabila pemulihan ekonomi tidak merata.
Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Nusa Broker Insurance "Ditambah, adanya ketidakpastian pasar global yang dapat mempengaruhi arus modal, serta intensitas persaingan dari
fintech lending yang terus menggerus segmen debitur muda," ucapnya.
Pada 2025, Harjanto menerangkan Clipan Finance mencatatkan piutang pembiayaan sebesar lebih dari Rp 9 triliun. Untuk 2026, dia mengatakan perusahaan menargetkan pertumbuhan piutang pembiayaan yang lebih agresif dibanding 2025, dengan fokus pada peningkatan kualitas portofolio sekaligus ekspansi volume.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News