OJK Proyeksikan Aset Dana Pensiun Tumbuh 10%–12% di 2026, Ini Kata Dapen BCA



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan aset industri dana pensiun tumbuh tumb 10%–12% secara Year on Year (YoY) pada 2026. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) menilai proyeksi tersebut masih cukup realistis selama kondisi ekonomi tetap stabil. 

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan pertumbuhan aset dana pensiun biasanya ditopang oleh kombinasi iuran yang masuk secara rutin dan hasil investasi. 

"Jika suku bunga bergerak lebih kondusif dan pasar obligasi maupun saham relatif stabil, target tersebut memungkinkan untuk dicapai," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (6/2/2026).


Namun, Budi menyampaikan tetap perlu diingat bahwa kondisi pasar sangat dipengaruhi faktor global. Dia bilang volatilitas suku bunga dan arus dana asing bisa memengaruhi valuasi portofolio. 

Baca Juga: ACA Bayarkan Klaim Asuransi kepada PT PLN Batam Sebesar US$ 11,04 Juta

"Jadi, proyeksi tersebut bisa terealisasi, tetapi tetap bergantung pada dinamika pasar sepanjang tahun," tuturnya.

Per akhir 2025, Budi mengatakan aset Dapen BCA tercatat sebesar Rp 6,11 triliun. Nilainya tumbuh sebesar 3,61% secara Year on Year (YoY). Dia menerangkan pergerakan tersebut, terutama dipengaruhi hasil investasi selama tahun berjalan, serta kondisi pasar obligasi dan saham. 

"Ditambah, arus kas iuran dan pembayaran manfaat, yang mana saat ini pembayaran manfaat sangat besar, sehingga melebihi dari iuran yang diterima atau defisit. Namun, defisit tersebut masih dapat ditutup dari laba usaha kami," ucapnya.

Budi menambahkan jika pasar mendukung dan return investasi positif, sehingga aset akan bertumbuh. Sebaliknya, dia bilang kenaikan yield obligasi atau koreksi pasar saham dapat menekan nilai wajar portofolio.

Sebagai informasi, data OJK mencatat, total aset dana pensiun per Desember 2025 tumbuh sebesar 11,35% YoY, dengan nilai mencapai Rp 1.679,46 triliun. Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,52% YoY, dengan nilai mencapai Rp411,29 triliun.

Baca Juga: Saham Bank Pelat Merah Bergerak Variatif Jumat (6/2), Begini Rekomendasi Analis

Untuk program pensiun wajib, yang terdiri dari program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun, ASN, TNI, dan POLRI, total aset mencapai Rp 1.268,17 triliun, atau tumbuh sebesar 12,66% YoY. 

Selanjutnya: Negosiasi Nuklir Iran-AS Digelar di Oman, Risiko Eskalasi Militer Membayangi

Menarik Dibaca: Sambut Imlek, Genki Sushi Hadirkan 3 Menu dengan Harga Spesial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News