OJK Proyeksikan Pendapatan Premi Asuransi Tumbuh 3%-6% pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan premi industri asuransi pada 2026 hanya berada di kisaran 3%-6% secara tahunan (year on year/YoY), seiring berlanjutnya proses konsolidasi di sektor perasuransian nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menyampaikan, proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan aset industri yang diperkirakan mencapai 5%-7% YoY pada periode yang sama.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan fase penyesuaian model bisnis yang tengah dilakukan pelaku industri, sekaligus penguatan tata kelola pasca reformasi regulasi.


Baca Juga: AXA Mandiri Sebut Bisnis Asuransi Kesehatan Masih Berpotensi Tumbuh pada 2026

“Pertumbuhan premi yang masih moderat mencerminkan proses konsolidasi industri melalui penyesuaian model bisnis serta penguatan tata kelola,” ujarnya dalam lembar jawaban tertulis OJK, Rabu (8/4/2026).

Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, OJK mengimbau pelaku industri asuransi memperkuat inovasi produk, mengoptimalkan kanal distribusi digital maupun keagenan, serta meningkatkan literasi asuransi guna memperluas penetrasi pasar.

Sebagai informasi, OJK mencatat pendapatan premi asuransi komersial sepanjang 2025 sebesar Rp 331,72 triliun atau terkontraksi 1,46% secara tahunan. Capaian tersebut merupakan akumulasi premi dari asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi.

Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha Pialang Reasuransi Halim Javakarta Reinsurance Brokers

Secara rinci, pendapatan premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 180,98 triliun atau terkontraksi 3,81% YoY. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,51% YoY dengan nilai Rp 150,74 triliun.

Sementara itu, total aset asuransi komersial mencapai Rp 981,05 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 7,42% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News