KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan outlook piutang pembiayaan industri perusahaan pembiayaan atau multifinance pada 2026. Pejabat Sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya memproyeksikan piutang pembiayaan industri multifinance sebesar 6%-8% secara Year on Year (YoY) pada 2026. Dia mengaku optimistis terhadap proyeksi industri pada 2026. "Mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi dan kebijakan yang saat ini diambil, kami optimis dengan jasa keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan pada 2026," katanya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026). Baca Juga: Persaingan Mobil Murah Ubah Peta Pembiayaan Multifinance Friderica juga menyampaikan piutang pembiayaan industri multifinance mengalami pertumbuhan sepanjang 2025. Berdasarkan data OJK, piutang pembiayaan industri multifinance tercatat mencapai Rp 506,5 triliun pada 2025. Nilai itu mengalami pertumbuhan tipis sebesar 0,61% secara Year on Year (YoY). Jika ditelaah, pertumbuhan pada akhir 2025 mengalami perlambatan dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya. Adapun nilai piutang pembiayaannya per November 2025 mencapai Rp 506,82 triliun, atau tumbuh 1,09% secara YoY. Baca Juga: Pokok Pembiayaan Multifinance Terancam Susut Imbas Tren Mobil Baru dengan Harga Murah Sementara itu, data OJK mencatat Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per akhir 2025 sebesar 2,51%. Angkanya terbilang meningkat, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,44%. Selain perusahaan multifinance, OJK juga membeberkan proyeksi sektor lain di industri non bank. Adapun aset penjaminan diproyeksikan tumbuh 14%-16% secara YoY pada 2026, kemudian aset asuransi diproyeksi tumbuh 5%-7% secara YoY, serta aset dana pensiun diproyeksi tumbuh 10%-12% secara YoY.
OJK Proyeksikan Piutang Pembiayaan Multifinance Bisa Tumbuh 6%-8% pada 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan outlook piutang pembiayaan industri perusahaan pembiayaan atau multifinance pada 2026. Pejabat Sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya memproyeksikan piutang pembiayaan industri multifinance sebesar 6%-8% secara Year on Year (YoY) pada 2026. Dia mengaku optimistis terhadap proyeksi industri pada 2026. "Mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi dan kebijakan yang saat ini diambil, kami optimis dengan jasa keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan pada 2026," katanya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026). Baca Juga: Persaingan Mobil Murah Ubah Peta Pembiayaan Multifinance Friderica juga menyampaikan piutang pembiayaan industri multifinance mengalami pertumbuhan sepanjang 2025. Berdasarkan data OJK, piutang pembiayaan industri multifinance tercatat mencapai Rp 506,5 triliun pada 2025. Nilai itu mengalami pertumbuhan tipis sebesar 0,61% secara Year on Year (YoY). Jika ditelaah, pertumbuhan pada akhir 2025 mengalami perlambatan dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya. Adapun nilai piutang pembiayaannya per November 2025 mencapai Rp 506,82 triliun, atau tumbuh 1,09% secara YoY. Baca Juga: Pokok Pembiayaan Multifinance Terancam Susut Imbas Tren Mobil Baru dengan Harga Murah Sementara itu, data OJK mencatat Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per akhir 2025 sebesar 2,51%. Angkanya terbilang meningkat, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,44%. Selain perusahaan multifinance, OJK juga membeberkan proyeksi sektor lain di industri non bank. Adapun aset penjaminan diproyeksikan tumbuh 14%-16% secara YoY pada 2026, kemudian aset asuransi diproyeksi tumbuh 5%-7% secara YoY, serta aset dana pensiun diproyeksi tumbuh 10%-12% secara YoY.