JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan penggunaan Kantor OJK Solo Jawa Tengah, Kamis, sebagai upaya meningkatkan kualitas pengaturan dan pengawasan industri jasa keuangan serta melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat di daerah. Siaran pers OJK yang diterima di Jakarta, Kamis, menyebutkan peresmian gedung baru yang beralamat di Jalan Veteran No. 299 tersebut dilakukan oleh Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) Kusumaningtuti S Soetiono dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bersamaan dengan peresmian Kantor OJK Solo itu, untuk pertama kalinya dilakukan juga aktivasi gerai Pusat Edukasi, Layanan Konsumen dan Akses Keuangan UMKM (Pelaku) yang berlokasi di Kantor OJK Solo.
Sebelumnya, peresmian Pelaku secara nasional telah dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, pada 22 Desember 2015 di Jakarta. "Dengan gedung baru Kantor OJK Solo, diharapkan masyarakat serta industri jasa keuangan di Solo akan semakin merasakan keberadaan layanan OJK dalam pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan serta perlindungan konsumen," kata Kusumaningtuti. Ia menambahkan keberadaan gerai Pelaku di Kantor OJK Solo akan semakin mendorong percepatan peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sehingga pada gilirannya dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Tujuan dibentuknya Pelaku adalah menyediakan sarana bagi konsumen dan masyarakat di daerah untuk memperoleh informasi mengenai Lembaga Jasa Keuangan (LJK) serta produk dan jasa keuangan. Juga menyediakan sarana bagi konsumen dan masyarakat di daerah untuk menyampaikan informasi, pertanyaan, dan pengaduan di sektor jasa keuangan. Selain itu untuk fasilitasi dalam rangka pemberdayaan UMKM dan penyediaan akses ke sektor jasa keuangan. Di samping tujuan tersebut, gerai Pelaku hadir dengan tiga fungsi utama. Pertama, fungsi edukasi dengan kegiatan utama berupa penyusunan dan pelaksanaan program edukasi berikut memastikan ketersediaan materi dan informasi edukasi serta operasionalisasi SiMolek. Kedua, fungsi layanan konsumen dengan kegiatan utama seperti menerima informasi, menjawab pertanyaan, penanganan pengaduan, dan mengarahkan penggunaan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS). Ketiga, fungsi akses keuangan UMKM dengan kegiatan utama antara lain berupa edukasi dalam rangka pemberdayaan UMKM serta memfasilitasi akses pemberian kredit/pembiayaan bagi UMKM. Pelaku menjalankan fungsi pusat kajian di Kantor Regional (KR)/Kantor OJK (KOJK) di daerah melalui penyediaan layanan informasi dan edukasi yang dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat dan seluruh stakeholders OJK di daerah. Wilayah Kerja Kantor OJK Solo meliputi satu kota dan enam kabupaten di wilayah eks Karesidenan Surakarta yaitu Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, Klaten, Sragen, Karanganyar. Sampai November 2015, jumlah aset perbankan di wilayah kerja Kantor OJK Solo sebesar Rp73,97 triliun dengan penyebaran aset sebesar Rp53,61 triliun atau 72,48 persen di Kota Surakarta, Rp4,30 triliun atau 5,82 persen di Kabupaten Klaten, Rp3,76 triliun atau 5,09 persen di Kabupaten Sragen, Rp3,62 triliun atau 4,90 persen di Kabupaten Sukoharjo, Rp3,33 triliun atau 4,51 persen di Kabupaten Karanganyar, Rp2,77 triliun atau 3,76 persen di Kabupaten Boyolali dan Rp2,55 triliun atau 3,45 persen di Kabupaten Wonogiri.