OJK Sebut Gejolak Geopolitik dan Tarif AS Bayangi Bisnis Asuransi Marine Cargo



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan eksternal berupa kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketegangan geopolitik global diperkirakan membayangi kinerja asuransi marine cargo pada tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan, kondisi tersebut berpotensi menekan perdagangan global.

Dampaknya, pertumbuhan premi lini asuransi pengangkutan (marine cargo) bisa terhambat, seiring menurunnya volume perdagangan internasional.


“Tarif resiprokal AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik berpotensi menekan perdagangan global sehingga memengaruhi pertumbuhan premi dan meningkatkan risiko pada asuransi marine cargo,” tulis Ogi dalam jawaban tertulis PPDP RDK OJK, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Perkuat Underwriting, Jasindo Bidik Pertumbuhan Sehat Asuransi Marine Cargo

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Ogi menilai industri perlu memperkuat praktik underwriting, melakukan penyesuaian tarif premi, serta meningkatkan pengelolaan risiko secara lebih prudent.

Dari sisi kinerja, berdasarkan data OJK per Januari 2026, lini usaha pengangkutan pada asuransi umum dan reasuransi mencatat premi sebesar Rp 1,33 triliun atau berkontribusi 7,23% terhadap total premi.

Angka ini turun Rp 0,18 triliun atau 11,91% secara tahunan (year on year/YoY).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News