KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih membayangi pasar tenaga kerja nasional. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 23.470 orang sepanjang Januari 2026 hingga Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan adanya tambahan 8.045 pekerja dibandingkan posisi April 2026 yang tercatat sebanyak 15.425 orang. Jumlah tersebut dihimpun berdasarkan data Satu Data Ketenagakerjaan, pekerja yang terkena PHK tersebut merupakan peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Mengenai hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai meningkatnya PHK dapat mempengaruhi kemampuan bayar debitur secara umum di industri fintech peer to peer (P2P) lending dan multifinance. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan dampaknya terhadap masing-masing pelaku usaha, antara lain bergantung pada profil debitur, kualitas portofolio, dan penerapan manajemen risiko.
OJK Sebut Gelombang PHK Dapat Pengaruhi Pembiayaan Multifinance dan Fintech Lending
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih membayangi pasar tenaga kerja nasional. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 23.470 orang sepanjang Januari 2026 hingga Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan adanya tambahan 8.045 pekerja dibandingkan posisi April 2026 yang tercatat sebanyak 15.425 orang. Jumlah tersebut dihimpun berdasarkan data Satu Data Ketenagakerjaan, pekerja yang terkena PHK tersebut merupakan peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Mengenai hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai meningkatnya PHK dapat mempengaruhi kemampuan bayar debitur secara umum di industri fintech peer to peer (P2P) lending dan multifinance. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan dampaknya terhadap masing-masing pelaku usaha, antara lain bergantung pada profil debitur, kualitas portofolio, dan penerapan manajemen risiko.
TAG: