KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren data center makin menunjukkan peningkatan belakangan ini, seiring perkembangan kebutuhan infrastruktur cloud, kecerdasan buatan, dan digitalisasi enterprise yang terus meningkat. BRI Danareksa Sekuritas bahkan memprediksi kapasitas data center terpasang di Indonesia akan mencapai 3,5 gigawatt pada 2030, dari sekitar 580 megawatt pada semester I-2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang perkembangan pembangunan data center sebagai peluang bagi industri asuransi, khususnya asuransi umum. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menerangkan proyek data center memiliki nilai investasi yang besar, menggunakan teknologi dan peralatan bernilai tinggi, serta memiliki risiko yang kompleks. Baca Juga: BNGA Melonjak Saat Isu Delisting, BRIDS Taksir Nilai Akuisisi Saham Publik Rp 3,84 T
OJK Sebut Pengembangan Data Center Dapat Jadi Peluang bagi Industri Asuransi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren data center makin menunjukkan peningkatan belakangan ini, seiring perkembangan kebutuhan infrastruktur cloud, kecerdasan buatan, dan digitalisasi enterprise yang terus meningkat. BRI Danareksa Sekuritas bahkan memprediksi kapasitas data center terpasang di Indonesia akan mencapai 3,5 gigawatt pada 2030, dari sekitar 580 megawatt pada semester I-2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang perkembangan pembangunan data center sebagai peluang bagi industri asuransi, khususnya asuransi umum. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menerangkan proyek data center memiliki nilai investasi yang besar, menggunakan teknologi dan peralatan bernilai tinggi, serta memiliki risiko yang kompleks. Baca Juga: BNGA Melonjak Saat Isu Delisting, BRIDS Taksir Nilai Akuisisi Saham Publik Rp 3,84 T
TAG: