OJK Sebut Prospek Pembiayaan Emas Multifinance Masih Positif ke Depannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas sempat menyentuh di atas Rp 3 juta pada awal tahun ini, tetapi menunjukkan tren yang cenderung lesu belakangan ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai dinamika harga emas menjadi salah satu faktor yang bisa mempengaruhi perkembangan pembiayaan emas multifinance. 

Meski demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan prospek pembiayaan emas di multifinance masih terbuka dan positif ke depannya. 

"Hal itu seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai salah satu instrumen penyimpan nilai," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (8/10/2026).


Untuk menyikapi dinamika harga emas, Agusman juga menyampaikan perusahaan multifinance perlu terus melakukan pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan penguatan kerja sama dengan mitra strategis.

Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Memandang Prospek Pembiayaan Emas Masih Positif

Selain itu, Agusman bilang perusahaan multifinance didorong tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan emas.

Dari sisi perusahaan multifinance, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menilai prospek pembiayaan emas masih cukup positif ke depannya. Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman mengatakan prospek positif itu tak terlepas dari karakteristik emas yang tetap memiliki daya tarik sebagai salah satu instrumen investasi dan aset yang likuid.

"Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap kepemilikan emas masih memiliki potensi yang baik," ungkapnya kepada Kontan.

Selain dipengaruhi pergerakan harga, Ristiawan menjelaskan minat terhadap pembiayaan emas juga didorong meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan, serta kemudahan akses pembiayaan yang tersedia. 

Oleh karena itu, dia menilai peluang pertumbuhan pembiayaan emas masih terbuka dan berpotensi berkembang, seiring meningkatnya literasi keuangan masyarakat.

Baca Juga: Pembiayaan Emas WOM Finance Mencapai Rp 6 Miliar per Maret 2026

Lebih lanjut, Ristiawan mengatakan CNAF menerapkan sejumlah strategi dalam mendorong kinerja pembiayaan emas hingga akhir 2026. Dia bilang salah satu strateginya adalah melakukan optimalisasi penawaran kepada nasabah existing dan pengembangan segmen nasabah payroll.

"Ditambah, melakukan sinergi dengan induk usaha melalui program referral guna memperluas jangkauan pemasaran kepada nasabah loyal," tuturnya.

Ristiawan menyebut pembiayaan emas merupakan salah satu produk yang mulai dikembangkan CNAF pada 2026. Hingga Agustus 2026, dia bilang penyaluran pembiayaan emas CNAF tercatat sebesar Rp 71 miliar. 

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,08 triliun per Agustus 2026, atau tumbuh 1,68% secara tahunan atau Year on Year (YoY). Kinerjanya didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 5,4% YoY. 

Baca Juga: CNAF Beberkan Sejumlah Tantangan yang Bisa Pengaruhi Kinerja Pembiayaan Emas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News