KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat menyampaikan bahwa risiko siber masih menjadi tantangan bagi industri perasuransian. Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila mengatakan baru-baru ini ada perusahaan perasuransian yang terkena cyber attack atau serangan siber. Dia bilang serangan tersebut juga menargetkan sampai ke Disaster Recovery Center (DRC). "Jadi, perusahaan itu sekarang tidak punya data untuk bisa menyusun laporan keuangan dengan baik. Itu menjadi hal-hal baru yang mungkin harus diperhatikan ketika mengembangkan Information Technology (IT)," ungkapnya dalam acara PPDP Regulatory Dissemination Day 2026 di Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026). Mengenai hal itu, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memandang kejadian tersebut sebagai pengingat bahwa risiko siber di industri perasuransian adalah risiko nyata yang terus meningkat.
OJK Sebut Serangan Siber Terjadi di Asuransi, AAUI Dorong Penguatan Sistem Siber
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat menyampaikan bahwa risiko siber masih menjadi tantangan bagi industri perasuransian. Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila mengatakan baru-baru ini ada perusahaan perasuransian yang terkena cyber attack atau serangan siber. Dia bilang serangan tersebut juga menargetkan sampai ke Disaster Recovery Center (DRC). "Jadi, perusahaan itu sekarang tidak punya data untuk bisa menyusun laporan keuangan dengan baik. Itu menjadi hal-hal baru yang mungkin harus diperhatikan ketika mengembangkan Information Technology (IT)," ungkapnya dalam acara PPDP Regulatory Dissemination Day 2026 di Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026). Mengenai hal itu, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memandang kejadian tersebut sebagai pengingat bahwa risiko siber di industri perasuransian adalah risiko nyata yang terus meningkat.