OJK Siapkan Strategi Baru Dongkrak Kredit UMKM yang Terkoreksi pada 2025



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang tahun 2025 tercatat melemah dan menjadi perhatian serius regulator.

Di tengah pertumbuhan kredit perbankan yang masih solid, segmen UMKM justru mengalami kontraksi, sehingga mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong pemulihan pembiayaan sektor ini.

Berdasarkan data sementara Bank Indonesia (BI), hingga akhir 2025 kredit UMKM terkoreksi 0,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini berbanding terbalik dengan kinerja kredit industri perbankan secara keseluruhan yang masih mampu tumbuh 9,3% yoy.


Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengakui, realisasi tersebut menunjukkan bahwa segmen UMKM perlu menjadi fokus perhatian bersama.

Baca Juga: OJK Dorong KUB BPD Perkuat Kredit UMKM dan Ekonomi Daerah

OJK pun berkomitmen untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus melakukan pendampingan agar UMKM di Indonesia dapat berkembang lebih optimal.

“Agar UMKM juga semakin meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Friderica dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK), Kamis (5/2/2026).

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, OJK menyiapkan sejumlah upaya, antara lain memperkuat kapasitas penjaminan untuk memperluas pembiayaan UMKM serta mendorong digitalisasi rantai pasok (supply chain) industri.

Selain itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa saat ini tengah dibangun sebuah organisasi khusus yang akan menjadi wadah jaringan UMKM yang terhubung langsung dengan perbankan dan OJK.

“Nanti segala macam kegiatan itu akan terkoneksi dengan bank, jadi pencapaian-pencapaian target bank itu akan bisa kita lihat dari waktu ke waktu,” jelas Dian dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: OJK Dorong KUB BPD Perkuat Kredit UMKM dan Ekonomi Daerah

Melalui skema tersebut, diharapkan komunikasi antara perbankan dan OJK menjadi lebih efektif. Dengan demikian, penyaluran kredit ke sektor UMKM dapat lebih optimal, tidak hanya mengandalkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).

Di sisi lain, OJK juga memperkuat dorongan pengembangan pembiayaan UMKM di daerah. Peran kantor-kantor OJK di wilayah dinilai semakin penting dalam mengidentifikasi potensi pertumbuhan ekonomi lokal yang dapat didukung melalui kredit UMKM.

“Di daerah kita melakukan banyak hal. Kantor-kantor OJK juga sekarang banyak melakukan langkah-langkah untuk menemukan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi di daerah, yang kemudian itu bisa dibiayai dengan kredit UMKM,” tutur Dian.

Selanjutnya: Belkin Gandeng Erajaya Digital, Perkuat Pasar Aksesori Teknologi Premium di Indonesia

Menarik Dibaca: Sambil Salurkan Bantuan, Enervon Nusantara Run 2026 Digelar Minggu (8/2) di TMII

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News