JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjajal semua peluang untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia. Pasalnya, melek finansial di Indonesia masih sangat minim. Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, hasil survey OJK tahun 2013 menunjukkan, tingkat literasi keuangan masyarakat, khususnya di pedesaan dan daerah-daerah terpencil masih sangat rendah yakni hanya 21,84%. Angka tersebut merupakan sampel dari masyarakat yang berumur 17 tahun. Adapun tingkat penggunaan layanan keuangan hanya 59,74%. "Melihat kecilnya literasi keuangan di pedesaan dan daerah terpencil, OJK berinisiatif meluncurkan pusat pengembangan keuangan mikro dan inklusi keuangan (OJK Proksi)," terang Muliaman, Selasa (15/3).
OJK target tingkat literasi bisa setara Thailand
JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjajal semua peluang untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia. Pasalnya, melek finansial di Indonesia masih sangat minim. Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, hasil survey OJK tahun 2013 menunjukkan, tingkat literasi keuangan masyarakat, khususnya di pedesaan dan daerah-daerah terpencil masih sangat rendah yakni hanya 21,84%. Angka tersebut merupakan sampel dari masyarakat yang berumur 17 tahun. Adapun tingkat penggunaan layanan keuangan hanya 59,74%. "Melihat kecilnya literasi keuangan di pedesaan dan daerah terpencil, OJK berinisiatif meluncurkan pusat pengembangan keuangan mikro dan inklusi keuangan (OJK Proksi)," terang Muliaman, Selasa (15/3).