OJK Tetapkan Calon Direksi Baru BEI, Siap Lanjutkan Reformasi Pasar Modal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan tujuh calon anggota direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masa jabatan 2026–2030, yang akan efektif setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat  Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI pada 29 Juni 2026.

Berdasarkan surat OJK Nomor SR-10/D.04/2026 tertanggal 17 Juni 2026, Jeffrey Hendrik ditetapkan sebagai calon Direktur Utama BEI. Sementara Saidu Solihin diusulkan sebagai Direktur Penilaian Perusahaan.

Kemudian, Irvan Susandy diusulkan sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa. Yulianto Aji Sadono ditetapkan sebagai calon Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan.


Baca Juga: Dolar AS Perkasa, Rupiah Diprediksi Masih Bergerak Volatil Jumat (19/6)

Selanjutnya, Abdul Munim diusulkan sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko. Adapun Iding Pardi dan Umi Kulsum masing-masing diusulkan sebagai Direktur Pengembangan serta Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan ketujuh calon direksi tersebut dipilih setelah melalui proses seleksi dan uji kemampuan serta kepatutan terhadap 28 kandidat yang diajukan.

"Kami berharap direksi yang baru memiliki komitmen untuk terus memperkuat tata kelola, melanjutkan reformasi, dan menjaga integritas pasar modal Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (18/6/2026).

Menurut Friderica, OJK juga mendorong agar pasar modal semakin berkembang dan mampu menjadi rumah bagi investor, emiten, serta pelaku industri jasa keuangan.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya telah melakukan  koordinasi dengan OJK dan jajaran direksi baru BEI terkait penguatan tata kelola bursa ke depan.

"Kami sudah berdiskusi cukup panjang mengenai langkah-langkah untuk membenahi tata kelola bursa agar menjadi lebih baik ke depannya," kata Dasco. 

Sementara itu, calon Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan jajaran direksi periode 2026–2030 akan melanjutkan berbagai reformasi yang telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Prospek Logam Mulia Masih Menarik Investor

"Kami berkomitmen meningkatkan transparansi, integritas tata kelola, serta melakukan pendalaman pasar dari sisi supply maupun demand agar BEI semakin berkembang," ucapnya. 

Jeffrey menyebut upaya tersebut diharapkan dapat mendorong Bursa Efek Indonesia menjadi bursa yang lebih kompetitif dan sejajar dengan bursa-bursa besar di dunia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News