SEMARANG. Tiga Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Tengah dinyatakan dalam kondisi tidak sehat, karena tingkat kredit macetnya di atas 10,15%. "Secara industri, jumlah BPR yang tidak sehat ada tiga, sedangkan yang kurang sehat ada lima," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional III Jawa Tengah-DIY Panca Hadi Suryatno di Semarang, Rabu (7/9). Meski demikian, pihaknya enggan merinci BPR mana saja yang saat ini sedang dalam kondisi kurang sehat maupun tidak sehat. Panca hanya menyebut, kriteria BPR dikatakan kurang sehat apabila non performing loan (NPL) atau tingkat kredit macet di atas 10,15%. Jika lebih dari 15%, maka BPR tersebut dalam kondisi tidak sehat.
OJK: Tiga BPR di Jateng terindikasi tak sehat
SEMARANG. Tiga Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Tengah dinyatakan dalam kondisi tidak sehat, karena tingkat kredit macetnya di atas 10,15%. "Secara industri, jumlah BPR yang tidak sehat ada tiga, sedangkan yang kurang sehat ada lima," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional III Jawa Tengah-DIY Panca Hadi Suryatno di Semarang, Rabu (7/9). Meski demikian, pihaknya enggan merinci BPR mana saja yang saat ini sedang dalam kondisi kurang sehat maupun tidak sehat. Panca hanya menyebut, kriteria BPR dikatakan kurang sehat apabila non performing loan (NPL) atau tingkat kredit macet di atas 10,15%. Jika lebih dari 15%, maka BPR tersebut dalam kondisi tidak sehat.