OJK:Dinamika Perekonomian Bisa Pengaruhi Keputusan Masyarakat Beli Asuransi pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati bahwa dinamika perekonomian, termasuk daya beli, dapat memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli produk asuransi pada 2026. 

Meskipun demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono berpendapat hal tersebut dapat menjadi peluang juga bagi industri perasuransian untuk menghadirkan produk yang lebih sederhana, fleksibel, dan memberikan manfaat perlindungan yang jelas. 

"Dengan demikian, tetap sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (28/1/2026).


Baca Juga: OJK: 79,86% Perusahaan Asuransi Sudah Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum 2026

Ke depannya, OJK mendorong industri asuransi untuk terus melakukan inovasi secara bertanggung jawab, antara lain melalui pemanfaatan teknologi, pengembangan produk mikro dan parametrik, serta penguatan tata kelola dan perlindungan konsumen. Ogi berpendapat hal itu diperlukan agar pertumbuhan sektor perasuransian dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan. 

Sementara itu, Ogi juga menilai perusahaan asuransi perlu menerapkan berbagai langkah untuk meningkatkan penetrasi asuransi. Dia bilang langkahnya, meliputi penguatan literasi dan inklusi keuangan, pengembangan produk yang relevan dan terjangkau sesuai kebutuhan masyarakat, serta pemanfaatan kanal distribusi yang lebih luas, termasuk melalui digitalisasi. 

Baca Juga: OJK Proyeksikan Premi Asuransi Jiwa Tumbuh Stabil hingga Moderat, Ini Pendorongnya

"Industri juga didorong untuk memperluas jangkauan ke segmen yang selama ini belum terlayani secara optimal," kata Ogi. 

Terkait kinerja, OJK mencatat, pendapatan premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 163,88 triliun per November 2025. Nilainya terkontraksi tipis sebesar 0,75% secara Year on Year (YoY). Adapun pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi sebesar Rp 134,00 triliun per November 2025, atau tumbuh 1,88% secara YoY. 

Baca Juga: OJK Sebut Peluang Pemulihan Kinerja Asuransi Kendaraan Tetap Terbuka pada 2026

Selanjutnya: Sun Life Proyeksikan Perbaikan Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Butuh Waktu 12-24 bulan

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News