OKAS targetkan pendapatan naik 25% di tahun ini



JAKARTA. PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) memproyeksikan pendapatannya di 2011 mencapai Rp 1,7 triliun. Ini setara dengan 25% pertumbuhan year-on-year.

Untuk tahun lalu, pengelola OKAS mengestimasi penghasilan mencapai Rp 1,36 triliun. "Itu angka yang belum diaudit. Sedangkan EBITDA kami mencapai Rp 165 miliar," jelas Direktur Utama OKAS Dharma Djojonegoro.

OKAS optimistis pendapatan bisa naik tahun ini karena pabrik anomium nitrat milik anak usaha OKAS, PT Multi Nitrotama Kimia (MNK), bakal tuntas dibangun Juni 2011. Emiten ini menargetkan produksi anomium nitrat meningkat mencapai 85.000 ton. Dan, di 2012 ditargetkan bisa meningkatkan produksi 140.000 ton. Adapun, produksi bahan dasar peledak ini tahun lalu hanya 37.000 ton.


Dharma menuturkan, penjualan amonium nitrat sepanjang 2010 bisa mencapai 186.000 ton. Sebagian, amonium nitrat yang dijual OKAS merupakan produk impor dari Thailand, China, Korea Selatan dan Australia.

OKAS juga berniat membangun pabrik perakitan detonator di Samarinda. Namun Dharma belum bersedia memberi penjelasan tentang rencana investasi itu.

Andalan lain OKAS untuk meningkatkan pendapatan adalah bisnis batubara. OKAS berharap akuisisi Raja Kutai Baru Makmur (RKBM), pengelola tambang batubara di Kalimantan Timur, tuntas Mei mendatang. Perseroan menargetkan produksi batubara RKBM sebanyak 1,2 juta ton. Adapun, produksi RKBM selama Januari 2011 sudah 80.000 ton. "Kami akan meningkatkan lagi produksi menjadi 2 juta ton di 2012," tutur Dharma.

OKAS bahkan sudah mendapat pembeli batubara produksi RKBM. Menurut Dharma, hasil produksi tambang akan dijual ke perusahaan asal India dengan kontrak 100.000 ton per tahun. Harga jual batubara OKAS hanya US$ 30 per ton. Rendahnya, harga jual batubara tersebut karena batubara yang dihasilkan RKBM adalah batubara rendah kalori.

OKAS berniat menggelar rights issue dengan target perolehan dana US$ 15 juta untuk mengambilalih 58% saham RKBM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News