Oktober 2009, Ekspor Karet Naik 28%



JAKARTA. Ekspor karet dan produk karet pada Oktober 2009 mengalami kenaikan 28% dari nilai US$ 397,5 juta di September menjadi US$ 511,7 juta di Oktober. Kenaikan tersebut lantaran kenaikan permintaan dan kenaikan harga karet dunia. “Ada kenaikan permintaan yang membuat harga ikut naik,” kata Wakil Ketua Komite Karet Nasional Indonesia, Aziz Pane di Jakarta, Kamis (3/12).

Aziz menjelaskan, di awal tahun 2009 terjadi penurunan ekspor karet akibat adanya dampak krisis global yang masih mendera sejumlah industri di Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya. Namun, kini, tren ekspor karet dari Indonesia kembali mengeliat. Aziz memprediksi harga karet akan terus naik sampai kuartal I-2010. Kondisi ini bakal mendorong kenaikan nilai ekspor.

Saat ini harga karet berkisar antara US$ 2,4 per kg – US$ 2,6 per kg. Pada saat krisis, harga karet berada di bawah US$ 2 per kg. Aziz mengatakan permintaan karet AS dan China belakangan ini sudah membaik. “Selain itu terjadi kenaikan permintaan dari India,” kata Aziz.


Kenaikan harga karet sebenarnya berdampak bagi industri ban di dalam negeri. Jika permintaan dan harga karet terus naik, industri ban dalam negeri sulit berkompetisi. Industri ban dalam negeri berharap harga karet itu paling mahal US$ 2,2 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News