Oktober, ekspor kopi turun 28%



JAKARTA. Bulan Oktober 2010 lalu, volume kopi yang diekspor melalui pelabuhan Lampung turun 28% menjadi 25.640 ton dengan nilai US$ 40.649. Pada bulan September 2010, volume ekspor kopi mencapai 35.630 ton dengan nilai US$ 55.122. Penyusutan kinerja ekspor kopi ini dipicu oleh berakhirnya masa panen kopi di Indonesia. Selain itu, masalah produksi juga terganggu dengan cuaca yang membuat produktivitas kopi menurun. "Terjadi penurunan produksi karena sudah mengarah akhir panen," kata Muchtar Lutfi, Ketua Bidang Litbang, Asosiasi Eksportir Kopi Lampung di Jakarta, Senin (15/11).Ekspor kopi dari pelabuhan Lampung tersebut bersumber dari kopi yang ditanam ada di kawasan Sumatera Tengah seperti Bengkulu, Sumatera Selatan dan juga dari daerah Lampung. Hingga Oktober 2010, Indonesia sudah mengekspor kopi sebanyak 212.594 ton dengan nilai US$ 312.408. Menurut hitungan Muchtar, jumlah itu jauh tertinggal dibandingkan tahun lalu. Muchtar mengkhawatirkan kinerja ekspor di kuartal terakhir tahun ini. Pasalnya, pada akhir tahun seperti ini, musim panen kopi di sentra perkebunan kopi di Sumatera sudah berkurang. Sementara stok kopi yang biasa disimpan petani sekarang tidak ada lagi karena musim hujan membuat banyak pohon kopi yang mengalami kerusakan. "Akan sulit kejar target tahun ini," jelasnya. Tahun ini, AEKI Lampung menetapkan target ekspor mengekspor sebanyak 300.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: