JAKARTA. Jelang akhir tahun, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) masih membukukan ketidaksesuaian (mismatch) antara iuran peserta dengan biaya manfaat. Namun pihaknya optimistis dapat menekan mismatch tersebut. Irfan Humaidi, Kepala Departemen Komunikasi dan Humas BPJS Kesehatan menyebutkan, iuran kepesertaan BPJS Kesehatan per akhir Oktober sebesar Rp 43,9 triliun. Sementara biaya manfaat yang dibayarkan BPJS Kesehatan sebesar Rp 46,2 triliun. Artinya, terdapat mismatch sebesar Rp 2,3 triliun. Pihaknya terus berupaya untuk menekan angka mismatch ini.
Oktober, Iuran BPJS Kesehatan Rp 43,9 Triliun
JAKARTA. Jelang akhir tahun, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) masih membukukan ketidaksesuaian (mismatch) antara iuran peserta dengan biaya manfaat. Namun pihaknya optimistis dapat menekan mismatch tersebut. Irfan Humaidi, Kepala Departemen Komunikasi dan Humas BPJS Kesehatan menyebutkan, iuran kepesertaan BPJS Kesehatan per akhir Oktober sebesar Rp 43,9 triliun. Sementara biaya manfaat yang dibayarkan BPJS Kesehatan sebesar Rp 46,2 triliun. Artinya, terdapat mismatch sebesar Rp 2,3 triliun. Pihaknya terus berupaya untuk menekan angka mismatch ini.