KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Vastland Indonesia Tbk (
VAST) mencatat tingkat hunian gudang (okupansi) sebesar 98,2% per Januari 2026 dari total
net leasable area (NLA). Capaian ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap fasilitas logistik, sekaligus memperkuat basis pendapatan berulang (recurring income) VAST. Kinerja okupansi yang tinggi ditopang oleh kecepatan pergantian penyewa. Sepanjang 2025, VAST mampu menyewakan kembali gudang kosong seluas 12.000 meter persegi atau sekitar 12% dari total okupansi dalam waktu kurang dari satu bulan.
Baca Juga: BNPB Pastikan Hampir Tidak Ada Lagi Jasad Korban Banjir Sumatra di Permukiman Penyewa baru didominasi sektor pangan dan pertanian, menggantikan tenant dari sektor komoditas. VAST mengandalkan kontrak sewa jangka menengah hingga panjang untuk menjaga stabilitas arus kas. Selama lebih dari 13 tahun, VAST melayani berbagai sektor seperti FMCG, distribusi FMCG, ritel,
e-commerce, logistik mid–last mile, hingga
cold chain melalui portofolio gudang umum, gudang khusus, dan fasilitas
built-to-suit. Seiring tingkat hunian yang mendekati penuh, VAST mulai mempercepat ekspansi. Perseroan membangun gudang baru seluas 1.300 meter persegi di atas land bank miliknya di Jambi. Ekspansi ini dilakukan di tengah kondisi makroekonomi yang relatif stabil sejak akhir 2025, dengan pertumbuhan ekonomi yang ditopang konsumsi domestik dan distribusi barang.
Baca Juga: Bridgestone Salurkan Bantuan Hampir Rp 300 Juta untuk Korban Bencana Sumatra Gudang baru tersebut telah mengantongi penyewa dari sektor distributor FMCG melalui perjanjian sewa pada Februari 2026. Hal ini mengindikasikan permintaan yang tetap kuat terhadap fasilitas logistik modern di wilayah Sumatra, khususnya untuk mendukung distribusi regional. Direktur Utama VAST, Vicky V. Gunawan, menyebut tingkat okupansi yang tinggi menjadi indikator daya saing perusahaan. "Tingginya okupansi menunjukkan kebutuhan ruang logistik modern terus meningkat," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Senin (23/3/2026).
Dari sisi bisnis, model sewa jangka menengah–panjang memberi visibilitas pendapatan yang lebih pasti sekaligus meredam dampak volatilitas pasar. Stabilitas ini diperkuat oleh komposisi penyewa yang terdiversifikasi, dengan setidaknya empat sektor utama masing-masing berkontribusi lebih dari 10% terhadap okupansi.
Baca Juga: Cisadane (CSRA) Fokus Ekspansi di Sumatra Selatan Kerek Kinerja di Tahun 2026 Direktur Keuangan VAST, Stanley V. Gunawan, menegaskan ekspansi dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan imbal hasil dan kesehatan keuangan. “Kami memastikan setiap pengembangan tetap menjaga struktur permodalan yang prudent,” katanya. Sektor FMCG dan distribusinya menjadi penopang utama permintaan gudang karena karakter bisnisnya yang relatif defensif dan memiliki perputaran distribusi tinggi. Kondisi ini menjaga tingkat serapan ruang gudang tetap stabil meski siklus ekonomi berfluktuasi.
Ke depan, VAST berfokus pada penguatan operasional, diversifikasi basis penyewa, serta optimalisasi land bank.
Baca Juga: Gudang SRG di Pidie Aceh Tampung 2.300 Ton Beras Bulog untuk Februari-Maret 2026 Dengan tingkat permintaan yang masih kuat, perseroan membuka ruang ekspansi lanjutan secara bertahap guna menjaga pertumbuhan dan stabilitas jangka panjang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News