Okupansi Hotel di Bandung-Bali Diprediksi Tembus 80% saat Libur Sekolah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebentar lagi memasuki libur panjang anak sekolah tahun 2026. Periode libur panjang anak sekolah ini menjadi salah satu target yang diharapkan para pelaku industri pariwisata, khususnya perhotelan.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Haryadi Sukamdani menyatakan bahwa para pelaku industri pariwisata sudah melakukan kolaborasi, mulai dari perhotelan, destinasi pariwisata hingga tour operasional.

Hal itu dilakukan bertujuan agar para calon wisatawan merasa tertarik dan mendapatkan biaya yang hemat ketika melakukan liburan.


"Ada upaya-upaya untuk membuat supaya perjalanan wisatanya menjadi lebih menarik dan apa namanya, kayak worth for money gitu," ujar Haryadi kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga: Inilah Jadwal Libur Sekolah 2025/2026 di Berbagai Provinsi Indonesia

Haryadi menjelaskan bahwa upaya tersebut mesti dilakukan saat ini, terlebih daya beli masyarakat yang sedang mengalami penurunan. Menurutnya, melakukan kegiatan liburan di luar rumah bukan merupakan kebutuhan primer ataupun sekunder. 

Sehingga para pelaku industri pariwisata mesti memberikan upaya dan strategi terbaiknya untuk menarik minat calon pengunjung.  "Nah jadi memang yang kita coba lakukan itu adalah apa ya tadi, bisa membuat lebih kompetitif itu," kata dia.

Selanjutnya, Haryadi menyebutkan bahwa daerah Bandung, Yogyakarta, Malang dan Bali masih menjadi pilihan terbanyak para calon pelanggan. Maka itu, untuk ketiga daerah tersebut ketika musim libur panjang sudah diprediksi akan tetap stabil okupansinya.

Haryadi memprediksi, target okupansi tiga kota bedar tersebut mencapai 80%. "(Target okupansi 80%) Ya itu kayak Bandung yang besar ya, itu seperti Bandung, lalu Bali. Bali tuh masih bisa. Bali, apa lalu Malang, Jogja itu masih bisa," kata Haryadi.

Baca Juga: Tiket Pesawat Mahal, PHRI Waspadai Okupansi Hotel Turun 3%

Namun, okupansi pariwisata khususnya perhotelan di Jakarta diprediksi mengalami penurunan. "Jakarta tuh paling sekitaran antara 60-65 lah kalau masih menge-drop dia kalau libur sekolah gitu," ucapnya.

Namun, prediksi okupansi bisnis perhotelan secara nasional diprediksi mengalami penurunan hingga 5%, dibandingkan dengan periode libur anak sekolah tahun sebelumnya.

"Kita perkiraan saja ya mungkin merasa nggak banyak sih mungkin sekitar 5% gitu lho. Mungkin ya harapan kita ya," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News