KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja segmen properti komersial PT Pakuwon Jati Tbk (
PWON) dinilai masih memiliki prospek yang solid seiring tingkat okupansi pusat perbelanjaan yang tetap tinggi dan pipeline ekspansi yang memberikan visibilitas pertumbuhan jangka panjang. Analis MNC Sekuritas M Rudy Setiawan dalam riset 13 Juli 2026 mengatakan, portofolio ritel PWON secara konsisten mampu mempertahankan tingkat okupansi yang sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mencerminkan ketahanan mal-mal unggulan perusahaan di tengah berbagai tantangan makroekonomi. Hingga kuartal I 2026, tingkat okupansi Kota Kasablanka tercatat mencapai 100%. Sementara itu, Pakuwon Mall Jogja dan Pakuwon Mall Solo Baru masing-masing berada di level 95%, Royal Plaza 98%, Tunjungan Plaza 97%, serta Gandaria City, Pakuwon Mall Surabaya, dan Pakuwon Mall Bekasi berada pada kisaran 95%–96%.
Baca Juga: Amman Mineral (AMMN) Dikabarkan Jajaki Rencana Listing Saham di Bursa Hong Kong "Dengan tingkat okupansi yang sudah mendekati penuh, pertumbuhan laba kini semakin bergeser dari penyerapan ruang baru menuju optimalisasi imbal hasil sewa (yield optimization). Ketersediaan ruang yang terbatas memperkuat posisi tawar PWON saat melakukan perpanjangan kontrak sewa, sehingga Perseroan berpeluang membukukan rental reversion yang positif tanpa mengorbankan tingkat okupansi," ujar Rudy dalam risetnya. Menurutnya, konsep superblok terintegrasi, bauran penyewa yang beragam, serta tingginya kunjungan pengunjung di berbagai area tangkapan (
catchment area) menjadi faktor yang menopang daya tawar Perseroan dalam meningkatkan pendapatan berulang (recurring income). MNC Sekuritas meyakini portofolio ritel PWON yang telah matang akan terus menghasilkan pendapatan berulang yang stabil melalui optimalisasi tarif sewa sekaligus menjaga margin yang sehat dalam jangka menengah. Di sisi lain, prospek pertumbuhan Perseroan juga ditopang oleh pipeline ekspansi yang dinilai jelas dan terukur. PWON menargetkan luas area sewa bersih alias net leasable area (NLA) ritel meningkat sekitar 34%, dari 859.000 meter persegi saat ini menjadi sekitar 1,16 juta meter persegi pada tahun 2035. Sementara kapasitas hotel diproyeksikan bertambah sekitar 76%, dari 2.907 kamar menjadi 5.128 kamar pada tahun 2031. Rencana ekspansi tersebut meliputi Pakuwon City Mall Phase 3 yang ditargetkan beroperasi pada 2027, Pakuwon Mall Bekasi Phase 2 pada 2028, Pakuwon Mall Semarang pada 2030, Pakuwon Batam pada 2031, ekspansi Gandaria City pada 2032, serta perluasan Kota Kasablanka pada 2035. "Berbeda dengan banyak pengembang di Indonesia yang masih bergantung pada peluncuran proyek residensial, pipeline PWON lebih difokuskan pada aset ritel dan perhotelan sehingga memperbesar basis pendapatan berulang," kata Rudy. Selain itu, proyek-proyek yang baru mulai beroperasi, seperti Pakuwon Mall Bekasi, diperkirakan akan terus memasuki fase matang dan memberikan kontribusi pendapatan secara bertahap bersama portofolio aset yang telah stabil.
Baca Juga: Bank INA (BINA) Kerjasama dengan Setiabudi AM, Pasarkan Produk Reksadana MNC Sekuritas menilai kombinasi antara meningkatnya pricing power dari aset yang sudah beroperasi dan pipeline pendapatan berulang yang masih panjang akan memperkuat visibilitas pertumbuhan laba Perseroan dalam beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan prospek tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham PWON dengan target harga sebesar Rp 430 per saham, yang mencerminkan valuasi 2026 sebesar 8,7 kali dan PBV 0,8 kali. Adapun sejumlah risiko yang perlu dicermati investor antara lain melemahnya daya beli masyarakat yang dapat membatasi penjualan tenant dan kenaikan tarif sewa, perlambatan peningkatan okupansi pada aset ritel maupun hotel yang baru beroperasi sehingga menunda pertumbuhan pendapatan berulang, serta kenaikan biaya konstruksi dan operasional yang berpotensi menekan margin dan tingkat pengembalian proyek. Saham PWON hingga Senin (13/7/2026) pukul 10.49 WIB berada di Rp 254 per saham Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News