KONTAN.CO.ID - Oman dan Iran sepakat melanjutkan pembahasan mengenai pengelolaan navigasi di Selat Hormuz, termasuk layanan maritim dan biaya yang terkait dengan operasional jalur pelayaran strategis tersebut. Kesepakatan itu diumumkan dalam pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan kedua negara di Muscat, Selasa (23/6/2026). Oman dan Iran juga akan membentuk kelompok kerja bersama yang melibatkan kementerian luar negeri masing-masing untuk melanjutkan pembahasan tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 1%, Dolar AS Sentuh Puncak Tertinggi Setahun Selain itu, kedua negara berencana berkonsultasi dengan negara-negara pesisir Teluk lainnya serta pihak-pihak terkait guna merumuskan mekanisme pengelolaan yang lebih luas. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani pekan lalu, yang mengamanatkan Iran untuk berdiskusi dengan Oman dan negara-negara pesisir Teluk mengenai masa depan pengelolaan navigasi dan layanan maritim di Selat Hormuz. Kesepakatan diumumkan setelah kunjungan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi ke Oman. Dalam kunjungan itu, keduanya bertemu dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq serta menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi. Dalam pernyataan bersama, Oman dan Iran yang sama-sama berbatasan langsung dengan Selat Hormuz menegaskan komitmen untuk menjamin keselamatan pelayaran sesuai hukum internasional, sembari tetap menghormati kedaulatan masing-masing negara atas wilayah perairannya.
Baca Juga: UPDATE-Harga Minyak Dunia Stabil, Pantau Pemulihan Arus Pengiriman di Selat Hormuz Sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada Februari lalu, aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz mengalami gangguan signifikan. Jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia itu sempat mengalami pembatasan setelah Iran melakukan penutupan efektif terhadap sebagian akses pelayaran, yang kemudian direspons Amerika Serikat dengan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Oman dan Iran kembali menegaskan komitmen untuk menjaga Selat Hormuz tetap aman dan terbuka bagi pelayaran internasional.
Kedua negara juga menyatakan dukungan terhadap peningkatan keselamatan maritim, kebebasan navigasi, dan stabilitas kawasan. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, sehingga perkembangan situasi di kawasan tersebut terus menjadi perhatian pelaku pasar energi global.
Baca Juga: UPDATE-Dolar AS Sentuh Level Tertinggi Setahun, Yen Dekati Titik Terlemah 40 Tahun Kemajuan pembicaraan antara Iran, Oman, dan negara-negara kawasan dinilai dapat membantu memulihkan arus pengiriman energi sekaligus meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global.